JANGAN TINGGALKAN AKU

1391 Words
seminggu Hendra tak berjumpa dengan yuni.  teman teman mereka sudah berupaya menghubungi yuni tapi hasilnya nihil. membuat Hendra menjadi seorang pemabuk. sering pulang ke kos dalam keadaan mabuk seperti malam ini Hendra datang tengah malam dalam keadaan mabuk, kebetulan lusi sedang suntuk lalu keluar kamar menuju teras untuk menghirup udara malam. saat melihat Hendra, dia langsung memapah Hendra menuju kamar. Hendra terus berbicara tak jelas sampai satu kalimat yang jelas didengar lusi "kenapa baru sekarang kau datang yuni" lusi membawa Hendra ke kamarnya. merebahkan Hendra di sprei bermotif mini mouse berwarna merah muda. membuka kancing baju Hendra perlahan lalu membuka celana panjangnya. tinggalnya cd yang menutupi junior Hendra. diam sesaat dan terus memandangi hendra lalu lusi mendekatkan diri pada Hendra. dia pun membuka baju tidurnya. merebahkan dirinya di samping Hendra.  memandang langit kamarnya lalu menoleh ke arah Hendra. wajah hendra yang imut saat tidur, kulit hitam manisnya menambah  ketampanannya, tanpa disadari lusi, tiba tiba Hendra membuka matanya memandang lusi . lusi menjauhkan wajahnya dari tatapan hendra. Hendra tersenyum dan langsung menindih lusi yang dikira yuni, tersenyum manis, melumat bibirnya. lalu turun ke leher, memberi tanda sampai ke dadanya. lusi masih membeku karena ini hal pertama kali buatnya Hendra semakin bersemangat karena yang ditindihnya mulai menggeliat membuat hendra harus membuka bra yang menutupi gunung kembarnya, dibantu lusi sehingga tampak gunung kembar yang menantang. hendra mulai memainkan lidah dan menghisap gunung lusi seperti bayi yang sedang kehausan, akhirnya lusi merasakan nikmat tiada tara lusi mulai meremas rambut belakang hendra, membuat hendra semakin liar, ciuman mautnya turun ke perutnya sedangkan tangannya mulai membuka cd lusi, meraba raba bagian kenikmatan lusi, tubuh lusi semakin menggeliat, hendra tersenyum karena merasakan cairan keluar dari bawah milik lusi sekarang Hendra memposisikan diri di antara kedua paha lusi, tampak surga lusi menantang junior Hendra yang sudah menegang dari tadi. dengan cepat Hendra membuka cdnya dan menyatukan mereka awalnya sulit tapi hendra memaksa akhirnya kenikmatan itu menjadi sempurna, lusi menggigit bibirnya agar tak bersuara karena takut Hendra akan mengetahui kalau dia bukan yuni 'kau sangat nikmat yuni, kau begitu menggairahkan" memaju mundurkan pinggulnya awalnya lusi merasa kesakitan tapi lama kelamaan berubah menjadi nikmat tanpa disadarinya dia mengeluarkan desahan arrghhhh....  hendra yang mendengar desahan lusi semakin mempercepat gerakannya, akhirnya menghentak keras pinggulnya sambil bersuara nikmat. hendra masih di atas lusi  "terima kasih yun" dan Hendra membalikkan tubuhnya di samping lusi lalu tidur dengan pulas /// akhirnya hendra terbangun, mulai mengamati di sekitarnya ini bukan kamarku, ini kamar siapa? gumamnya... lalu mencoba untuk bangkit lalu pandangannya tertuju pada gadis yang sudah duduk di depannya, gadis itu di tepi ranjang masih tertunduk lalu menoleh pada hendra 'lusi ini kamarmu kan??"  lusi mengangguk "kenapa abang ada di kamarmu?" Hendra kaget setengah mati. dia mengingat kalau semalam dia bercinta dengan yuni bukan lusi lusi diam tak memberi penjelasan "apa kita melakukan hubungan suami istri" Hendra to the point lusi mengangguk meremas kedua tangannya mengeluarkan air mata "SHITTTT.... kenapa kau tak memberontak lusi, kenapa kau tak menjerit'  Hendra membentak lusi sambil mengacak acak rambutnya. lusi diam dan mulai terisak. Hendra menyibak selimut lusi memungut pakaiannya dan memakainya, lusi hanya memandang gerakan hendra yang terburu buru,  "apa kau yang merencanakan ini semua?" hendra mendekati lusi "apa tujuanmu lus?" hendra tampak semakin marah. lusi hanya menangis karena tak ada jawaban dari lusi, hendra pergi meninggalkan lusi. menghempaskan pintu kamarnya,  Hendra merebahkan diri ke ranjangnya, aku harus bagaimana? tak mungkin aku menikahi lusi. dihatiku hanya ada yuni. aku harus ketemu yuni, harus membawanya lari, menjauh dari mereka yang tak menyukai hubungan kami  Hendra tampak kacau, tak berniat meninggalkan kamarnya. mengurungkan diri di kamar sehari semalam .... "bang ini makan malamnya, plis buka pintunya. nanti abang sakit" lusi mengetuk pintu kamar Hendra karena tahu Hendra tak keluar kamar berarti dia belum makan seharian membuka pintu dengan kasar "APA!!!" bentak hendra "abang makan dulu nanti abang sakit" "APA PEDULIMU??" "karena aku cinta abang" lusi menjawab dengan ketakutan  'JANGAN KAU TERLIHAT DI HADAPANKU, KAU w************n. MEMBERI MAHKOTAMU PADA PRIA TAK MENCINTAIMU" membanting pintu kamar Hendra air mata lusi mengalir deras "lus, aku minta makanan yang kau pegang. aku belum makan nih" rian berdiri di pintu kamarnya yang menghadap kamar hendra lusi berbalik dan tersenyum, melangkahkan kakinya memberi makanan yang ada di tangannya. "nanti piringnya aku cuci dulu ya baru aku kembalikan ke lusi,  terima kasih ya" lusi mengangguk dan meninggalkan rian. nasib kita sama lus, batin rian. masuk ke kamarnya dan menyantap makanan yang dibuat lusi lusi menangis sesegukan karena perkataan Hendra, Hendra cinta pertamanya dan mungkin cinta sejatinya. tapi apa yang telah dia perbuat tak pernah dia sesalkan. semoga hasil, itulah harapannya.... /// 'bang....' tiba tiba yuni ada di depan pintu kamar Hendra setelah 1 bulan dia tak berjumpa pujaan hatinya Hendra langsung berlari memeluk yuni dan menciuminya "yuni, aku hampir mati tak melihatmu"  "aku juga bang" yuni membalas pelukan hendra "kita harus melarikan diri yun, abang tak mau lagi kehilanganmu" hendra kini berniat meninggalkan lusi "kita mau kemana bang" tanya yuni "kemana saja asal jangan di sini, kita pergi jauh" hendra coba meyakinkan yuni tiba tiba yuni terdiam, Hendra melepaskan pelukannya "apa kau tak mau pergi bersamaku?' hendra memandang yuni "aku takut mereka akan menemukanku bang karena kakak kakakku tidak akan diam bila tau abang membawaku pergi" "lalu apa rencanamu?" tanya hendra yuni menatap Hendra lama membuka kancing bajunya satu per satu, membuat hendra sangat terkejut ""kalau abang memilikiku secara utuh dan menanamkan benihmu di rahimku mungkin mereka terpaksa akan menyetujui hubungan kita bang" hendra langsung menghempas tangan yuni, dan mengancingkan kembali baju yuni, memeluk yuni seakan akan itu tak pantas dilakukan yuni menangis, "cuma itu jalan satu satunya bang" sabar dik, besok abang akan jumpai lagi kakak kakak adik" "abang mau mati dipukuli mereka?" yuni tak rela kalau sampai hendra luka karena dia "kalau abang memang mau kita bersama, abang harus melakukan apa yang yuni minta" yuni mencium hendra, semakin lama membuat mereka merasakan kenikmatan tiada tara tangan yuni mulai menarik kaos baju hendra dan membuka kancing dan resleting celana hendra hendra menghentikan ciuman mereka, menatap yuni "apa ini akan berhasil?" tanya hendra yuni mengangguk dan menyorong hendra ke ranjang. yuni yang berada di atas hendra membuat hendra semakin berani dengan nafsu yang sudah tertahan hendra membalikkan posisi mereka, hendra menindih yuni dan membuka baju yuni sambil menciuminya mereka mulai panas  dengan gulatan di ranjang hendra tinggallah bra dan cd yuni, tanpa menunggu lama Hendra membuka kaos singlet dan celananya mereka hampir telanjang dan tak menunggu waktu lama, tubuh mereka tak ditutupi sehelai benang. membuat mereka semakin menggila saat hendak melakukan penyatuan TOK....TOK...TOK... mereka terkejut, dan buru buru memakai baju mereka. lalu Hendra membuka pintu kamarnya "apa yang kalian lakukan?" rian tampak marah karena wajahnya memerah "bukan urusanmu" Hendra hendak menutup pintu kamarnya lalu dicegah rian "KAU JANGAN JADI LAKI LAKI TAK BERTANGGUNG JAWAB HEN, LUSI SEKARANG HAMIL, DIA MENGANDUNG ANAKMU" seketika Hendra terpaku dan yuni terjatuh ke lantai karena terkejut "a-apa itu benar bang?" hendra sangat terkejut, dia langsung menoleh pada yuni. sama dengan hendra. yuni pun sangat terkejut.  lalu hendra mendekati yuni "yun, semua bisa abang jelaskan. bentar abang selesaikan dengan lusi" hendra hendak memeluk yuni tapi tangannya dihempas oleh yuni, hendra sangat marah mendorong rian yang masih bertahan di depan pintu kamar hendra. Hendra pergi ke kamar lusi yuni sudah tak mampu lagi berdiri, dia menangis disisi ranjang hendra dan mulai terisak lalu rian duduk di kursi kamar hendra menghadap yuni "mari kuantar pulang" yuni menoleh pada rian. menghapus air matanya dan mengangguk lalu rian ke kamarnya mengambil kunci mobil dan memapah yuni masuk ke mobilnya. melaju ke rumah yuni ..... "APA BETUL KAU HAMIL?" wajah hendra memerah karena menahan amarah "be-betul bang...." lusi menunduk karena sangat takut dengan hendra "GUGURKAN" bentak hendra lusi sangat terkejut, tak disangka, laki laki yang terkenal dengan kebaikan, kesopanan dan selalu menghargai wanita bisa berkata sekasar itu "BANG!!!! aku tidak minta pertanggungjawaban dari abang. kenapa aku harus menggugurkan nya? aku akan membesarkannya sendiri" kini lusi yang marah, sejak dia tahu dia hamil dia berpikir antara membuang atau mempertahankannya, untung rian yang dianggap sebagai sahabatnya mengasih jalan keluar yang terbaik "AKU TAK AKAN MENGAKUI ANAK ITU. PAHAM!!!" hendra meninju pintu kamar lusi lalu Hendra meninggalkan lusi, dan masuk ke kamarnya. dia tak melihat yuni. dia mulai panik. keluar rumah dan mencari sekitar rumah kos "yuni kau dimana sayang" hendra terus mencari yuni ...... di dalam mobil rian, yuni memandang keluar jendela "rian bisa kita duduk di taman ini sebentar" "boleh, kita cari parkiran ya" keluar dari mobil dan duduk di kursi taman "kenapa rian membantu lusi?" "aku bukan membantu lusi tapi menyelamatkanmu" "maksudnya?" 'hendra tak akan menyentuh wanita lain kalau dia mencintamu" ujar rian "sudah lama aku menyukaimu yun" rian berkata jujur yuni menatap rian lekat "bagaimana pun keadaanmu, aku menerimamu tapi tolong jangan pisahkan Hendra dan anaknya" yuni menangis dan menyandarkan kepalanya di d**a bidang rian, rian memeluk dan mengelus kepala yuni mungkin jalan terbaik adalah bersama rian, selamat tinggal bang hen.... yuni tetap diam di dalam pelukan rian ///
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD