PERNIKAHAN HENDRA DAN YUNI

1371 Words
akhirnya orang tua Hendra memaksa Hendra bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya pada lusi setelah sah dimata hukum dan agama, kini digelar resepsi "bah ternyata kawin juga kau Hen. aku pikir sama yuni" ujar horas dengan logat bataknya teman teman Hendra yang berkumpul tertawa karena ucapan horas "pas aku main main ke kampung rian, aku ketemu yuni. aku bilang selamat mau menikah ternyata aku salah bah" semua terkejut dan beberapa teman Hendra mengedipkan mata memberi kode agar horas tak banyak bicara "sedang apa kau ke sana ras?" "bah, berbisnislah, beli coklat, kemenyan, kayu manis dan menjualnya ke kota biar banyak uangku kawan" "di mana kampungnya ras?" tanya Hendra mulai mendekati horas, horas yang tak mengerti kode teman temannya atau pura pura tak mengerti lalu memberitahukannya malam setelah resepsi, horas pulang dengan lusi ke rumah yang diberi orang tua Hendra sebagai hadiah pernikahan siap siap mau pergi "bang, mau ke mana?" tanya lusi "mencari yuni. ingat setelah anak itu lahir kita bercerai" Hendra pergi. lusi menjalani malam pertamanya di rumah sendiri, ditemani air mata tapi dia harus bertahan demi buah cintanya pada hendra. mengelus perutnya yang masih rata. hanya dirimu yang membuat ibu kuat nak... lusi tertidur di ranjang sambil menekuk kakinya sambil memegang perutnya. ya Allah kuatkan hambaMU... .................... setelah menempuh waktu yang lama akhirnya Hendra sampai subuh di kampung rian menunggu terang Hendra mulai mencari yuni sampai akhirnya dia menemukan yuni di pematang sawah, sedang menatap padi yang mulai menguning. angin melambai lambaikan rambut indah yuni  "yun....." yuni menoleh, mata sembab, badan kurus dan penampilan yang kacau "bang, sedang apa kemari? bukannya kemarin malam pertamamu? kenapa abang kemari?" "yun, tunggu abang setelah anak itu lahir abang akan menikahimu" dimas mendekati yuni dan hendak memeluk yuni tak yuni menolaknya "jangan bang, anak itu perlu sosok ayah yang baik seperti abang" yuni menahan air mata "tapi aku tak mencintai ibunya" dimas menggeleng gelengkan kepalanya "pergilah bang, sebagai seorang wanita, aku bisa memahami perasaan kak lusi" "aku tak mau menikah dengan duda" yuni menjawab sambil tersenyum walaupun ucapan adalah sebuah kebohongan "abang tahu kalau yuni masih cinta abang, abang juga" dimas tak percaya dengan ucapan yuni "kalaupun yuni nikah, tak akan menikah dengan abang" yuni meninggalkan hendra "baiklah tapi satu yang perlu yuni tahu, sampai abang tak bisa bernafas. cinta abang hanya untuk yuni" "cukup bang, perkataan itu do'a. tolong jangan sakiti perasaan kak lusi" yuni kaget dengan ucapan hendra hendra tak peduli..... setelah berdebat panjang, akhirnya hendra pulang selamat ya bang semoga kau bahagia, gumam yuni berurai air mata ..... saat rian tahu Hendra ke kampungnya, rian bergegas  menuju kampung tersebut rian melihat yuni dari jauh sedang berbincang bincang dengan tante rian dan tersenyum manis rian yang menatap dari jauh membuat senyumnya merekah, seandai nya kau bisa jadi milikku, aku pasti laki laki yang paling beruntung didunia, batin rian yuni merasa ada yang menatapnya, lalu menoleh ternyata rian, yuni mendekat pada rian dan tersenyum "yun, kau baik baik saja?" tanya rian "iya, terima kasih rian"  lalu yuni bertanya  "apa yang membuatmu kemari? bukankah kau akan mempersiapkan meja hijaumu?" "sudah hampir selesai, doakan lusa aku akan meja hijau" yuni mengangguk "yun, aku akan melamarmu. hari ini kita kembali ke rumah orang tuamu. karena hendra akan selalu mengganggumu bila aku tak segera menikah ataupun bertunangan" yuni tak percaya dengan ucapan rian "apa kau siap menghadapi kakak kakakku?" rian mengangguk mantap, yuni akhirnya menyerah.  bila dia bisa menyakin kan kakakku, aku akan menikah dengannya dan belajar mencintainya, janji yuni di dalam hatinya lalu yuni berkemas memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas. lalu pergi menjumpai tante rian yang sudah tahu cerita tentang yuni kenapa sampai bisa sampai di kampung mereka "tan, yuni mau balik ke rumah mama" "apa semua sudah selesai?" tanya tante rian "hendra sudah menikah tan jadi yuni akan menata kembali kehidupan yuni. terima kasih buat tumpangannya tan" yuni  menyalim tante "kalau tante ke kota, kabari yuni agar kita bisa ketemu an" tante mengangguk dan mencium pipi yuni "hati hati di jalan rian, jangan ngebut" rian pun menyalim tante dan masuk ke mobil diikuti oleh yuni' mereka menuju rumah orang tua yuni //// seperti sedang meja hijau kedua kali rian dihadapkan dengan kakak yuni "apa modalmu sehingga kau berani mau bertunangan dengan adik kami" "cinta dan masa depan" "ha ha.... cinta tak bisa beli rumah anak muda" "tapi cinta bisa membangun rumah setidaknya rumah tangga bang" "toni setidaknya mama sudah merestui mereka, kasihan yuni nak. dia sudah sangat menderita" akhirnya mama yuni memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya "mama yang bertanggung jawab bila yuni tak bahagia karena bapak almarhum berpesan sama kami kalau kami harus bisa membahagiakan adik kami yuni. yuni memang keras kepala. ditunjukkan laki laki kaya tak mau, malah mau bunuh diri. aku dan istriku awalnya tak saling cinta tapi uang bisa membuat kami bahagia" setelah berdebat panjang kali lebar kali tinggi akhirnya... (hi hi ....kali tinggi??) "baiklah, bertunangan dulu setelah kau dapat kerja, baru kami lepas adik kami" tak gampang meluluhkan hati kakak kakak yuni walaupun mendapat restu dari mereka (mungkin restu tak ikhlas) tapi sikap dingin dan suka menyindir rian tak membuat rian merasa kalah. malah ini membuatnya merasa tertantang berita gembira kalau rian lulus menjadi hakim, rian harus menjalani proses sebagai calon hakim sebelum dilantik menjadi hakim akhirnya kakak yuni menerima rian karena status rian yang sudah berubah tak terasa 1 tahun bertunangan akhirnya rian menjadi seorang hakim, lalu mereka menikah, membawa yuni ke Indonesia timur karena penempatan rian di Indonesia timur /// Hendra ke Jakarta mengikuti pendidikan latihan selama 2 minggu. setelah selesai, dia menuju  bandara soeta karena sudah sangat merindukan anak laki lakinya, dimas yang sekarang berumur 3 tahun saat menunggu keberangkatan, dia melihat sosok teman lama  "hai bro apa kabar?" sapa hendra menyapa horas  "bah apa kabarmu lae?" jawab horas yang sekarang menjadi pengacara "ya seperti yang kau lihat" hendra membuka tangannya lebar menunjukkan bahwa dia sehat "penerbangan jam berapa bro?" "masih 2 jam lagi lae, bagaimana kalau kita minum dulu" ajak horas hendra mengangguk lalu mereka pergi minum di kafe. sambil bercerita tentang keluarga masing-masing tak sengaja horas melihat seorang wanita sedang memesan kopi di kafe yang sama lalu horas memanggilnya,  "yun, sini...." horas melambaikan tangannya saat Hendra menoleh siapa teman yang dipanggil betapa terkejutnya dia melihat yuni. penampilan yang semakin dewasa dan cantik....... melihat perut yuni agak membesar, hendra sedikit kaget lalu tersenyum  mereka duduk bertiga. hanya horas yg mencairkan suasana karena kekocakannya.  "yun, kau sudah menikah?" tanya hendra "kau liat dulu perut yuni menandakan bahwa dia sudah punya suami, macam mananya lae ini" akhirnya mereka tertawa lagi  "selamat ya...." dimas melihat pada yuni "terima kasih" yuni membalas dengan senyum tipisnya "sebelum kita berpisah menuju kota kita masing-masing, kita berfoto dulu ya. masukkan ke pesbuk dengan tulisan dongan naleleng dang pajumpang" (dengan teman yang lama tak ketemu) setelah berfoto, Horas langsung ngeshare poto dan nge tag ke Hendra dan yuni ..... "sudah pulang bang? dimas sudah tak sabar menunggu ayahnya" lusi tersenyum, mengambil tas pakaian yang dipegang Hendra, dia hanya menganguk dan tersenyum tipis, langsung ke ruang keluarga memeluk dimas dan mengeluarkan mainan di dalam paperbag yang dipegangnya "dimas suka yah, terima kasih" mencium pipi ayahnya, ayahnya membalas ciuman dimas ke pipi dan seluruh wajah dimas "mau mandi air hangat bang?" tanya lusi "tak usah, abang mau berendam air dingin saja" "baiklah aku siapkan makan malam ya" "tak usah tadi abang sudah makan" "baiklah" lusi keluar kamar setelah selesai berendam, Hendra keluar dengan handuk menutupi perut dan kaki di atas lutut lusi menelan saliva melihat sosok suaminya tapi dia tak mau membuat Hendra marah seandai nya dia meminta haknya sebagai istri tiba tiba Hendra memeluk lusi mulai menciuminya, lusi sangat mendambakan saat sat seperti ini. karena lusi membalas ciumannya. Hendra melakukan yang seharusnya dilakukan suami istri. lusi sangat bahagia.... //// hampir sebulan lusi merasakan kebahagiaan yang diberi Hendra. setiap lusi mengatakan dia cinta kepada Hendra, Hendra hanya mengangguk dan memeluk lusi sambil mencium puncak kepala lusi. lusi merasa ini awal yang baik setidaknya Hendra mulai luluh hatinya akhirnya dimas akan punya adik, kebahagiaan lusi sempurna karena ternyata adik dimas yang akan lahir adalah perempuan kandungannya sudah menjalani 9 bulan, tibalah waktunya lusi akan melahirkan. didampingi suami persalinan lancar. anak perempuan yang cantik membuat Hendra bahagia diam diam lusi memfoto Hendra saat menggendong dan mencium anak perempuannya. hasil poto yang sangat bagus. lusi mengirim ke medsos dan ngetag ke suaminya. saat dia membuka medsos suaminya betapa terkejutnya dia melihat foto bertiga. karena tak kuat melihat foto itu, lusi menangis tanpa henti membuatnya pendarahan dan pingsan, Hendra mulai panik karena melihat istrinya pingsan hendra mengambil ponsel lusi dan terkejut mengetahui kenapa lusi sampai pendarahan akhirnya lusi melewati masa kritisnya, membuka matanya dan melihat Hendra menggenggam tangannya. "bang, aku mencintai abang" suara lusi sangat pelan hening.... "aku juga" itulah awal kata kata yang dilontarkan hendra maafkan aku lusi, aku akan belajar mencintaimu demi anak anak kita, batin hendra
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD