Tiga Puluh

945 Words

Jantung Yudia berdegup begitu cepat. Ia takut akan penolakan yang akan diterima nanti. Yudia berkali-kali melirik Faiz yang fokus menyetir, sedangkan Keanu fokus bermain tablet di kursi belakang. Berkali-kali Yudia mengembuskan napasnya membuang rasa takut yang sejak kemarin bersarang di dadanya. Sentuhan di punggung tangannya menyadarkan lamunannya. Seketika Yudia menoleh menatap Faiz yang ternyata masih fokus menyetir. "Ada apa?" tanya Faiz tanpa mau repot-repot menoleh pada Yudia. Faiz tahu ada yang mengganggu pikiran Yudia. Faiz sedaritadi memerhatikan Yudia dari ekor matanya. Yudia tersenyum simpul menggeleng pelan. "Nggak ada apa-apa, Om." "Kamu nggak berbakat menyembunyikan sesuatu, Dia." Senyum tipis tersumir dari bibir Faiz. Yudia mendesah gusar. "Om, bagaimana kalau Ibu me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD