Dua Puluh Sembilan

913 Words

Yudia tersenyum lebar melihat Keanu yang dengan sigapnya berlari ke arahnya. Keanu sudah besar, tapi entah kenapa Keanu sangat manja padanya.  "Tante nggak ada di kamar malam tadi," ucap Keanu mencebik kesal. Yudia tersenyum kikuk mengusap tengkuknya gugup. Namun suara Faiz membuatnya seketika menoleh ke arah Faiz yang berjalan santai menuju meja makan. "Sudah besar juga, masih kayak anak umur 5 tahun." "Papa juga. Sudah tua masih mau ditemani Tante Yudia, ih nggak tahu malu!" balas Keanu membuat Yudia menghela napas pelan. "Lah," Faiz menatap putranya datar. "Ya memang Tante Yudia harus temani Papa kalau malam, siangnya kan sama kamu. Serakah banget sih." Yudia menepuk keningnya jengah. "Ayo, kamu kan harus sekolah, Ke." Yudia mulai menengahi. "Sekarang sarapan, habis itu berangkat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD