Dua Puluh Tiga

882 Words

"Tadi kami bertemu sama Arvino, Bang. Siapa yang bebasin Arvino? Apa Amira juga ikut dibebasin?" Janira duduk di kursi kerja Faiz menatap Abangnya tajam, lalu beralih pada Rumi yang duduk di bingkai jendela ruang kerja Abangnya. "Abang juga sudah tahu kalau Amira sudah bebas?" "Ayu yang bebasin mereka sebelum dia meninggal. Itu juga jadi alasan Abang menceraikan Ayu," jawabnya enggan. Faiz memilih duduk bersilang kaki di sofa yang tersedia di sana. Setelah perdebatannya dengan Yudia, dirinya langsung masuk ke ruang kerja membiarkan Yudia tenang dan juga dirinya tenang. "Abang nggak bilang sama aku?" Janira menatap tak percaya pada Abangnya karena biasanya apapun yang menyangkut dirinya selalu diberitahukan oleh Abangnya. Faiz mengedik. "Nggak penting juga. Semuanya sudah berlalu," ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD