Dua Puluh Empat

812 Words

"Siapa yang gengsi?" Yudia mendengus memutar bola matanya malas. "Ya siapa lagi. Egois. Mau menang sendiri!" "Kalau Pria nggak punya sifat itu, ya jangan jadi Pria. Bukannya wanita ya yang suka mau menang sendiri?" Faiz bersedekap menatap Yudia tenang. Padahal dalam dadanya sedang berdisko ria. "Oh saya baru menemukan spesies Pria semacam Om. Ih nyebelinnya amit-amit. Mana sok cool, cool beneran sih bagus. Lah ini sok-sok'annya doang." Faiz menarik sebelah alisnya tersenyum miring menatap Yudia tenang. Lihat. Siapa yang emosian di sini sebenarnya? "Aha, terus?" Yudia menganga menatap Faiz seperti ingin menelannya hidup-hidup. "Terus? Terus!" Yudia melepaskan sandalnya kemudian melemparkannya ke arah Faiz itu. "Makan tuh sandal. Habiskan. Kurang enak kasih bumbu di dapur," sungutnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD