Dua Puluh Lima

563 Words

Yudia beberapa kali mengembuskan napasnya pelan mengurangi rasa gugupnya. Bukan baru pertama kali ia mengunjungi dokter kandungan, tetapi kali ini berbeda kondisinya. Dia hamil entah berapa minggu atau mungkin berapa bulan. Ya ampun... Bahkan tadi pagi Yudia harus memaksa otaknya berpikir cepat mencari alasan agar bisa keluar bersama Keanu. Faiz benar-benar seperti sedang mencurigainya. "Nyonya Yudia." Yudia segera berdiri sembari tersenyum tipis melewati beberapa ibu hamil yang duduk di kursi tunggu. Jantung Yudia berdegup cepat sedangkan dadanya terasa sesak hingga membuatnya kesulitan bernapas. "Selamat siang, Yudia." Dokter wanita itu tersenyum menyapanya terdengar akrab karena memang dirinya sering berkunjung untuk memeriksakan kesehatannya. Dia sering cek HIV/AIDS tiap bula

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD