Dua Puluh Enam

1008 Words

"Yudia?" Yudia menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya. Kening Yudia mengerut melihat Pria bersetelan rapi yang ia tahu adalah kekasih Siena. "Ah, Arvino?" Arvino tersenyum hangat berjalan cepat mendekat ke arahnya. Tatapan mata Arvino menyiratkan penuh pertanyaan karena melihat dirinya keluar dari klinik kandungan. "Kamu habis?" Yudia tersenyum kikuk menatap Arvino ragu-ragu. "Ya. Habis cek-up. Tahu dong apa pekerjaan saya sama Siena," jawabnya sebiasa mungkin. Tidak mungkin kalau dirinya harus mengatakan bahwa dirinya hamil dan habis memeriksakan diri. Setelah puas menangis tadi, dokter Kinar memberinya nasihat yang langsung mengena ke hatinya. Dokter Kinar bilang bahwa dirinya adalah korban keegoisan seorang Ibu, dan dokter Kinar malah membalik posisi itu padany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD