Amanda menatap lurus ke depan lalu menoleh ke arah suami yang masih mengemudi. "Bapak nyuri kunci mobil saya ya?" tudingnya dengan telunjuk teracung. "Enak saja!" sangkal Aldin. "Itu buktinya. Mobil saya ada di sini. Gal mungkin dong mobilnya pindah sendiri." "Udah saya bilang kamu ke kantor gak baw mobil." Amanda diam sejenak. "Masa?" "Jangan lupa bawa turun belanjaan kamu," kata Aldin sambil membuka sabuk keselamatan lalu turun lebih dahulu. Menggantung dua konci mobil yang berbeda di tempatnya. Kemudian pergi ke kamar. Sementara Amanda masih duduk diam di dalam mobil. "Masa sih aku gak bawa mobil? Yang aku inget tadi aku bawa. Masa iya aku beneran pikun muda. Gawat kalau bener mana baru juga kepala dua umurku," gumamnya dengan bingung. Ia kemudian menghubungi Weni dan Kia, mengir

