"Aldin! Kamu dengar mama kan?" Sofia kembali bersuara. "Denger, Ma. Bukan gitu. Mama salah paham. Maksudnya Manda itu kamar dia ya kamar aku juga," cengir Aldin. Sofia diam, ragu. "Mama gak usah mikir aneh-aneh. Semuanya baik-baik aja. Ya udah, aku tutup dulu teleponnya. Assalamualaikum." "Eh tunggu. Halo! Halo! Aldin!" Sofia lalu menatap layar ponsel. Sang anak mengakhiri panggilan secara sepihak. "Waalaikumsalam. Anak ini orang tua belum selesai bicara udah ditutup." Sementara itu, Aldin mendekati Amanda yang masih berdiri di pintu, menatapnya tanpa rasa bersalah. "Apa? Kenapa muka Bapak kesel gitu? Tumben biasanya datar aja. Sekalinya ada ekspresi malah kesel," kata Amanda belum menyadari apa yang terjadi. Aldin langsung menarik tangan sang istri. "Ikut saya!" "Eh! Mau ke mana

