49. Diabaikan

1102 Words

"Mak-maksud Bapak apa?" tanya Amanda. "Kamu bebas pergi ke mana pun yang kamu mau." "Bapak ngusir saya?" Amanda menatap tidak percaya. "Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu gak betah di sini? kamu merasa tertekan. Kamu lebih suka menikah sama kakek-kakek. Dan apa pun itu yang kamu katakan tadi." Amanda kehilangan kata-kata. Mulutnya beberapa kali bergerak hendak bicara tetapi tak terucap. "Kamu tenang saja. Nanti saya yang bicara pada orangtua kita," kata Aldin lagi sambil berlalu. Amanda hanya menatap punggung suami yang menghilang di balik pintu ruang kerja. Bingung apa yang harus dilakukan. Biasanya jika ia bicara seperti itu, suami akan balik mengancam agar ia tetap ada di sana. "Apa dia benar-benar marah?" gumamnya sambil menatap ruangan tang tertutup rapat. "Harusnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD