24. Permintaan Nenek

1004 Words

Amanda, melangkah cepat menuju kamar. Sejenak berhenti di depan foto Kamila yang sedang tersenyum lebar. Terkadang ia merasa Kamila seperti sedang mengawasinya melalui foto itu. "Mbak, seharusnya Mbak pergi jangan sambil bawa hati dia. Kasian dia, masih hidup tapi udah nggak punya hati." Berlalu setelah bicara pada foto. Tak lama kemudian Aldin menyusul. Sekilas masih bisa ia lihat punggung sang istri yang menghilang di balik pintu kamar. "Apa dia benar-benar marah karena ucapan nenek?" gumamnya. "Ah, sudahlah. Aku gak perlu ambil pusing sama tingkah dia. Paling cuma marah sambel. Nanti juga baik sendiri. Beberapa jam yang lalu. "Nenek jangan banyak pikiran, gak usah minta yang aneh-aneh juga. Fokus aja sama kesehatan nenek," ujar Aldin. "Nenek gak banyak pikiran. Cuma satu yang ne

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD