25. Janji Temu

1004 Words

"Kamu kenapa pukul kepala saya? "Salah bapak sendiri bikin saya kaget." Aldin meringis sambil memegangi kepala yang terasa berdenyut. "Sakit?" tanya Amanda, sadar bahwa ia memukul sekuat tenaga. "Masih perlu saya jawab?" Amanda menggeleng. Tanpa berkata apa-apa, Aldin kembali masuk ke kamar. "Dia gak bakal gegar otak kan? Ah, masa sih gitu aja gegar otak? Tapi kan salah dia sendiri. Tiba-tiba aja muncul gitu. Ya siapa yang gak kaget coba." Amanda membela diri untuk menepis rasa bersalah. Beberapa detik diam sambil menatap pintu balkon kamar sebelah yang tidak tertutup. Setelah itu beranjak keluar dari kamar. "Di mana ya kotak obatnya? Perasaan waktu itu aku liat di sekitar sini deh." Ia membuka laci lemari pajangan yang ada di ruang tengah. "Kompres dulu deh." Gegas pergi ke dapu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD