41. Galau

1102 Words

"Ayo, Kia ... kamu jangan yang terlalu kepo. Kalau Amanda cerita baru kita dengerin." Weni menarik tangan sang teman. Amanda dan Jeremy berdiri saling berhadapan. "Maaf kalau aku harus datang ke sini. Kamu semakin sulit dihubungi. Kamu bilang mau hubungi aku, tapi aku tungguin enggak ada sama sekali. Aku beberapa kali ke sini tapi orang kantor kamu bilang kamu nggak masuk kerja. Aku juga sempat menunggu di depan rumah orangtua kamu. Tapi kamu gak pernah kelihatan. Aku salah apa? Kenapa kamu terus menghindar?" Amanda menunduk mendengar suara yang syarat dengan putus asa itu. Bingung, merasa bersalah, sedih semua bercampur menjadi satu. Ia memang tidak bisa terus begini. Menghindar bukan jalan keluar. "Manda, katakan sesuatu. Jangan cuma diam. Aku bingung kalau kamu terus begini." Jerem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD