42. Menghibur

1105 Words

Amanda menatap untuk beberapa saat. Tetapi kemudian abai. Kembali melihat tempat ia memarkirkan mobil. Kosong. Membuka tas. Memeriksa seluruh isinya. "Kunci juga gak ada. Tadi pagi aku bawa mobil kan?" Ragu dengan ingatannya sendiri. Jangan-jangan ia memang berangkat tanpa mengendarai mobil. Ia menoleh saat suara klakson kembali terdengar. "Ayo!" Amanda akhirnya menghampiri. "Bapak tadi lihat mobil saya gak? Saya berangkat bawa mobil sendiri kan?" "Ngaco! Mobil kamu ada di rumah. Ayo!" sahut Aldin. Amanda menatap bingung. Apa mungkin ia pikun dini? Ingatannya tadi pagi berangkat dengan mengendarai mobil sendiri. "Tapi tadi—" "Cepat naik!" potong Aldin dengan tegas. "Kita harus pergi ke tempat lain sebelum pulang." "Mau ke mana?" tanya Amanda. "Nanti juga kamu tahu. Cepat naik."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD