15. Baad mood

1009 Words

Amanda bingung apa yang harus ia katakan. Ia sendiri tidak yakin mampu mengemban beban tersebut. Pernikahan mereka saja hanya pura-pura. Lebih tepatnya menikah yang dilengkapi dengan perjanjian antara ia dan suami. "Mama juga udah pengen banget punya cucu. Mama yakin, kalau kalian punya anak, Aldin akan berubah. Nggak lagi murung kayak sekarang. Dia itu sebenarnya suka sama anak-anak." "Masa?" Amanda menatap tidak percaya. Apa anak-anak tidak kabur ketika melihat suami yang selalu berwajah datar dan bersikap dingin? Ia saja sering dibuat kesal, apalagi anak-anak yang sensitif perasaannya. "Iya. Dia sangat suka anak-anak." Sofia mengangguk dengan yakin. Tentu ia cukup mengenal putranya. "Kalian lagi ngomongin apa?'' Aldin muncul dengan pakaian rapi, duduk di ibu. "Eh, kenapa kamu mal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD