16. Kamu Merepotkan Saya!

1004 Words

"Kamu yakin gak pulang aja? Nanti saya minta suami kamu buat anterin dulu." Shaka berdiri di depan meja sekretariatnya. "Sssttt ... Bapak mulutnya kok lemes banget sih? Suami, suami aja. Kalau ada yang denger gimana?" Amanda memperhatikan sekitar, khawatir ada orang lain. "Al, kamu anterin dulu Amanda pulang," ujar Shaka, abai dengan ocehan adik ipar. "Gak usah. Aku mau kerja," tolak Amanda. "Ini perintah! Kalau gak mau, saya pecat kamu!" tegas Shaka sambil berlalu menuju ruangan. Amanda cemberut. Tetapi tidak berucap apa-apa. Jika sudah memutuskan, sang atasan tidak bisa diganggu gugat. Apa yang dikatakan pun bukan hanya gertakan semata. "Ayo! Kalau tadi nurut, kamu pasti sekarang lagi istirahat. Nyusahin saya aja," ujar Aldin, meraih tangan sang istri. "Gak usah pegang-pegang! Say

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD