Sesampai di kantor, telingaku tak berhenti mendengar kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh pegawai perusahaan yang terus mendiskusikan perihal aku, Pak Arvian, dan Silvia. Topiknya pun beragam, sudah seperti martabak yang punya banyak topping saja. Aku tak mau ambil pusing mengenai hal itu. Toh memang aku dan Pak Arvian tidak mempunyai hubungan khusus seperti yang digosipkan. "Selamat siang Pak." Sapaku ketika melihat Pak Arvian yang baru saja tiba. Mau bagaimana pun dia atasan aku, jadi akan sedikit tidak sopan apabila tidak kusapa. Aku melirik jam yang jarum pendeknya sudah menunjuk angka satu. Hebat sekali baru datang jam segini. Dari tadi pagi dia kemana? Ke tempat Silvia? "Kamu sudah batalkan semua jadwal saya?" "Sudah." Pak Arvian sih enak tinggal suruh, lah aku? Sampai dim

