Malam semakin pekat. Ombak kecil memecah dermaga, sementara angin laut membawa aroma rasa garam yang menusuk. Jaka berdiri tegap, wajahnya masih menyimpan ketegangan yang belum luruh. Helena, Freddy, dan Youngky menjaga posisi masing-masing, memastikan tidak ada celah bagi Petrus untuk melarikan diri lagi. Tak lama kemudian, suara deru mesin motor laut terdengar mendekat. Lampu sorot menembus gelapnya malam. Tim kepolisian setempat datang lengkap dengan pasukan bersenjata. Mereka turun dengan cepat, menyebar, dan mengamankan area sekitar. "Inspektur Jaka!" salah satu komandan tim menyapa sambil memberi hormat singkat. "Kami sudah terima semua laporan Anda. Lokasi langsung steril." Jaka mengangguk singkat. "Target utama--sang bos sindikat - Petrus - sudah kami amankan. Hati-hati, dia lic

