Naluri Seorang Istri

1054 Words

Mentari baru saja terlihat, sinar surya menembus tirai tipis rumah sederhana keluarga Wildan. Seperti hari-hari biasa, suasana hangat dengan tawa kecil Wulan dan ocehan Andry menjadi nuansa ceria di pagi hari. Namun kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Wildan baru saja menerima telpon singkat dari atasannya, Inspektur Ferry. Suaranya tegas, tanpa basa-basi. "Wildan, pagi ini, kau segera datang ke ruanganku. Ada misi penting yang harus kau kerjakan. Jangan terlambat." Nada suara itu membuat Wildan mengernyit. Ia memahami satu hal, setiap perintah langsung dari Ferry bukanlah hal ringan. Ada sesuatu yang lebih dari sekedar biasanya. Sementara itu, Wulan berdiri di depan rumah, memandang suaminya yang bersiap. Ada kegelisahan tersembunyi di matanya, rasa tak nyaman yang sulit untuk dije

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD