Malam itu, meja makan keluarga Ridwan tampak hangat. Aroma sup panas bercampur nasi putih mengepul, sementara gelak tawa terdengar riang. Lisa berceloteh tentang kampusnya, Fariz sesekali menyela dengan gurauan khas remaja, membuat ibunya, Dewi, menepuk pelan lengannya sambil tersenyum geli. Pak Ridwan dengan wajah sumringah menatap keluarganya, lalu membuka percakapan yang sejak tadi ia tahan. "Kalau kabar yang Ayah dengar benar. Beberapa hari lagi, abang kalian Jaka akan kembali bertugas di sini. Sudah lama ia bertugas di luar daerah," katanya sambil menuangkan air ke cangkir. Lisa spontan bertepuk tangan, "Wah, akhirnya! aku sudah lama kangen sama Bang Jaka, Rumah kita lengkap lagi." Fariz yang sedang asyik mengunyah, langsung nyeletuk, "Kalau Bang Jaka di sini, aku makin disiplin j

