Tiffany meletakkan gelas minumnya, lalu menatap Lisa. Dengan nada datar tapi menusuk, ia bertanya: "Lisa... memangnya orang yang dekat denganmu hanya Arif?" Pertanyaan itu membuat Lisa terdiam sesaat. Ia mengernyitkan dahi, mencoba mencerna maksud Tiffany. Lalu tiba-tiba bayangan muncul di kepalanya: sosok adiknya, Fariz, yang masih remaja berusia 17 tahun. Mata Lisa langsung melebar, lalu ia menutup mulutnya dan tertawa geli. "Fany! Maksudmu.... kau suka adikku si Fariz? kau aneh.... Fariz itu masih 17 tahun Fany...? kau suka sama brondong ya..." Lisa tertawa geli sambil memegang perutnya, tak menyadari wajah Tiffany sama sekali tak merasa lucu. Tiffany hanya tersenyum samar, tatapannya dalam, penuh misteri. "Pikiranmu sedang gendeng ya Lisa..." ucapnya tenang. Lisa berhenti tertawa

