Bab 3 Tobatnya Casanova

1116 Words
Virgo menatap Robert hingga membuat pria 38 tahun itu salah tingkah. "Bisa gak, natapnya gak usah gitu gitu amat!" sarkas Robert mulai merasa tidak nyaman. Tatapan Virgo yang mengintimidasi ke arahnya membuat Robert jengah. "Yang kaya gini, 50 juta? goyangannya bisa buat gali sumur kakek di puncak, apa gimana?" perkataan Virgo benar benar mencabik cabik harga diri seorang wanita muda yang kini mendengus marah dengan tatapan tak bersahabat ke arah pria tampan itu. "Eh! kalau ngomong di pikir dulu, bisa gak?!" Hardik di wanita kesal juga malu. Pasalnya harga nego dengan Robert memang sebesar itu, hanya saja si kakek jahil Wijayanto tiba tiba memblokir semua kartu sakti milik putra bungsunya itu tanpa pemberitahuan lebih awal. "Kamu? siapa namamu tadi? Nurhayati, Nurul Musthofa? apa Nurul hikmah?" semakin di buat jengah lah di wanita. Namanya yang indah di rubah seenak jidat oleh Virgo. "Nurah Angreini, catet itu laki laki songong!" jawab Nurah emosi dengan jari telunjuk yang terkacung ke arah wajah Virgo. Robert mengusap lengan te lanjang teman kencannya untuk menenangkan. Namun malah di tepis kasar hingga membentur meja. "Gak usah sok peduli!" hardik si wanita yang sudah mehanan amarah di level akhir. Robert melebarkan bibirnya karena di perlakukan kasar oleh wanita bayarannya. "Apapun namamu, pembayaran yang kamu minta itu sama sekali tak wajar. Mana ada wanita sekelas dirimu menarif pelanggan dengan harga tak masuk akal seperti ini." Cecar Virgo tak terima bila sang paman harus membayar 50 juta rupiah, hanya untuk berkencan dengan seorang kupu kupu malam. "Dengar baik baik ya tuan sombong. Andai hanya untuk malam ini saja aku sama sekali tak keberatan. Tapi masalahnya, om kamu yang ba jingan ini sudah memakai jasa saya selama setengah tahun tanpa pembayaran sama sekali. So? menurut kamu, apa aku gak boleh menuntut hak nikmat yang sudah aku berikan selama ini?" jawab Nurah lantang. Dengan berani wanita itu mencondongkan tubuhnya ke arah Virgo sembari berkecak pinggang. Robert meringis malu mendengar pengakuan Nurah. Dengan tatapan cengengesan Robert memohon belas kasihan sang keponakan. "Duduklah Nurah, malu di lihat orang." Bujuk Robert menarik pundak Nurah agar wanita itu kembali duduk di kursinya. Sepertinya aku salah memilih tempat pertemuan deh. Robert menatap sekeliling, dan mendapati tatapan kepo para pengunjung restoran. "Terus, kenapa kamu mau mau saja di tiduri tanpa di bayar? toh sudah selama itu, kenapa baru sekarang kamu menuntut pembayaran penuh. Bukankah ini namanya pemerasan?" kini berbalik Virgo menyudutkan Nurah. Dengan wajah lesu, Nurah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. "Ibuku akan melakukan operasi cangkok ginjal, aku butuh uang itu segera. Kalau tidak....nyawa ibu aku akan di pertaruhkan." Jawab Nurah dengan nada rendah. Wanita itu memalingkan wajahnya agar telaga bening di matanya tak terlihat oleh kedua pria menyebalkan di hadapannya. Robert menatap Nurah dengan tatapan bersalah. Semalam ia memakai jasa wanita itu dengan sesuka hati layaknya memperlakukan seorang ja lang. Nyatanya Nurah melakukan semua ini demi ibunya yang sedang sakit keras. Virgo masih bergeming seolah tak peduli. Lalu tatapan pria itu beralih menatap sang paman dengan tatapan tajam. Membuat Robert kian di landa perasaan bersalah yang amat dalam. "Om ku akan memberikan uang itu segera," setelah berkata demikian, Virgo bangkit dari kursinya lalu meninggalkan sang paman dalam kebingungan. "Astaga! bagaimana caranya aku akan memberikan uang kepada Nurah. lah untuk bayar parkir aja aku gak punya," bisik Robert semakin gelisah. Namun saat akan menghubungi sang keponakan, bunyi notifikasi di handphonenya membuat Robert tersenyum lebar. Rupanya Virgo memang selalu dapat di andalkan dalam segala masalah rumitnya. Terbukti Virgo tak segan segan mentransfer sejumlah uang bernominal fantastis ke dalam akun Bank nya. Makasih anak nakal. "Ayo kita ke rumah sakit, aku akan membayar semua biaya berobat ibumu." Ujar Robert tiba tiba. Nurah menoleh lalu memicing untuk memastikan perkataan Robert bukan hanya sekedar bualan semata. "Kamu habis bobol Bank mana? aku gak mau terseret dalam kejahatanmu bila sampai kamu tertangkap." Kalimat Nurah membuat Robert berdecak jengah. "Aku gak segila itu, Nurah!" desis Robert kesal. "Ayo! kalau tidak mau ya sudah, aku pulang ke jakarta saat ini juga." Ancam Robert terlihat serius. "Mau mau! ck, kali laki kok ngambekan." Dumel Nurah ikut berdiri. Wanita itu meraih tasnya kemudian mengekori langkah Robert keluar restoran. "Kamu benaran punya uang? kalau hasil minjam pinjol mending gak usah aja. Aku gak mau kamu berhutang terus aku juga ikut menanggung beban. Aku sudah lelah menjadi wanita panggilan. Pengen tobat, pulang kampung terus buka warung kopi. Meskipun hasilnya sedikit asalkan beban raga dan dosanya tidak seberat pekerjaan aku saat ini." Ungkap Nurah menatap sisi mobil dengan wajah sendu. Menjadi wanita malam bukan keinginan hatinya. Namun karena sang ayah yang memiliki banyak hutang judi, di tambah penyakit kronik ibunya. Nurah terpaksa melakukan pekerjaan kotor agar lebih cepat menghasilkan uang. Robert melirik iba. Tak ia sangka Nurah memiliki kisahnya sendiri kenapa memilih pekerjaan tersebut sebagai mata pencaharian. "Aku tak berhutang pada Bank, pinjol atau siapapun. Keponakanku memberikan uang yang memang seharusnya menjadi milikku. Keuntungan perusahaan keluarga, ya... you know lah. Jadi jangan khawatir soal biaya ibumu, dan soal rencanamu untuk berhenti dari pekerjaan saat ini, aku setuju. Meski aku tak setuju bila kamu harus pulang kampung, Nur. Aku tresno karo kowe, Nurah sayang." Terkuaklah alasan kenapa Robert hanya mau menggunakan jasa Nurah. Rupanya ada hati yang Pria itu bawa dalam kencan cinta semalamnya. Diam diam selama setengah tahun ini, Robert selalu menggunakan jasa Nurah sebagai pemuas has ratnya. Meski terkenal sebagai Casanova, Robert tak lantas menjadi pria yang asal mencelupkan benda pusakanya pada sembarang wanita. Meski terkesan memperlakukan Nurah seperti w************n. Robert hanya tak mengerti bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan manis dan lembut. "Tapi aku tak bisa menggantikan uangmu dengan cepat. Mungkin aku bisa mencicilnya nanti," ucap Nurah menatap Robert penuh harap. "Terserah kamu saja, di cicil seumur hidup juga gak apa apa. Dengan menjadi istriku tentunya." "Tapi...kamu gak minta bayaran di tempat tidur kan? aku kan bilang mau tobat," ujar Nurah berubah sedih. Dengan cepat Robert mengibaskan tangannya. "Gak gak! aku juga akan tobat setelah ini, aku janji. Kamu gak perlu khawatir aku akan meminta hal itu lagi. Jadi, ayo kita tobat sama sama. Gimana?" mendengar penuturan Robert membuat Nurah tersenyum senang. Dengan senang ceria wanita itu mengangkat jari kelingkingnya lalu di takutkan dengan jari Kelingking Robert. Jadilah kedua mantan partner ranjang itu mulai mengumandangkan takbir tobat bersama sama. Sedangkan Virgo memilih mencari beberapa buah tangan untuk sang calon istri tercintanya. Pesanan Ramora cukup tak tau diri. Gadis itu memesan begitu banyak oleh oleh yang bisa di bagi untuk satu warga desa sekaligus. Namun Virgo yang bucin tak mempermasalahkannya sama sekali. Baginya asalkan Ramora senang, maka oleh oleh satu kota Bandung akan ia angkut semua pun, Virgo tak merasa keberatan. Benar benar definisi bucin menyedihkan. To be continue Hollaa jangan lupa follow dan tap LOVE ya guys. Penuh cinta untuk pembaca kesayangan akak Rose-Ana
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD