Jingga menikmati harinya di rumah baru. Dia sudah mulai membeli dan menanam beberapa tanaman bunga di halaman depan maupun belakang. Seperti sekarang dia sibuk menyiram tanaman bunga setelah mempersiapkan sarapan mereka. “Sayang sarapan dulu, yuk.” Rey muncul dari pintu belakang berjalan mendekat. Jingga tersenyum melihat suaminya sudah rapi. Tadi saat dia tinggal masak Rey bahkan belum bangun. “Ambil baju sendiri?” Rey mengangguk. “Hari ini aku ada meeting pagi. Mau berangkat bareng?” Menggandeng tangan sang istri menuju meja makan. Rey hanya mengambil cuti menikah beberapa hari saja sehingga hari ini sudah mulai bekerja kembali. Dia baru akan mengambil cuti panjang kalau sudah ada rencana bulan madu. “Aku siangan aja kali ya, lagi pengen beres-beres dulu.” Jingga ingat ada beberapa

