Pelarian

1507 Words

Meidinda Rajingga   Aku masih bingung, ada apa dengan semua ini? Seolah semesta mendukung perjodohanku dengan pak Alan. " Iga, jan ko menangis begitu ?" "Ayiik..., ayo Yik, bawa sa jauh dari sini. Sa tra tahan lagi. Sa butuh tempat  yang tenang untuk berpikir jernih. Di rumah cuma membuat sa pun d**a sesak saja." kataku sambil mengguncang tangannya. Ari menatapku prihatin tapi dia menghidupkan mesin mobil kembali dan mobil pun melaju membelah malam. " Kita kemana?" " Terserah ko, yang penting sa tra mau pulang !" " Ko su sholat ? " “Sudah maghrib” “Isya?” Aku menggeleng. "Kita sholat dulu yuk. Di depan ada masjid." ajak Ari. Aku nggak tahu kenapa, perasaanku tenang bersamanya. Aku merasa aman dan yakin dia tidak akan memaksaku untuk menikah. Dia saudara susuanku, kami bersama se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD