Bab 2 : Arya Mahendra Pratama

273 Words
Arya Mahendra Pratama. Nama lengkap itu cukup dikenal banyak orang. Ia seorang pria tampan dengan pembawaan dingin jika berhadapan dengan orang lain. Namun di hadapan keluarganya—ayah, ibu, dan adik—Arya bisa menjadi pria lembut dan penuh kasih sayang. Bukan hanya tampan, Arya juga menjadi idola mahasiswa di kampus tempatnya mengajar, meski statusnya hanya sebagai dosen tidak tetap. Selain itu, ia seorang dokter di rumah sakit sekaligus CEO Pratama Grup, perusahaan milik ayahnya. Hidup Arya dipenuhi kesibukan. Dari pagi hingga malam, waktunya tersita untuk mengajar, praktik di rumah sakit, dan mengurus perusahaan. Suatu pagi, setelah memarkir mobil di kampus, Arya bertemu seorang wanita yang sudah menunggunya. Wanita itu tampil seksi dan percaya diri. Namanya Anggun, putri dari sahabat ayahnya. Anggun menyukai Arya sejak sekolah, meski perasaan itu tak pernah terbalas. Bagi Arya, Anggun hanya teman, tak lebih. “Hai, Arya. Apa kabar? Sudah lama kita tak berjumpa,” sapa Anggun genit. Arya hanya berdeham lalu berjalan melewatinya. “Ar, tunggu dong. Aku mau bicara sesuatu. Kamu kok masih dingin saja sama aku?” “Hm… ada apa, Anggun? Saya tidak punya banyak waktu. Sebentar lagi kelas saya mulai. Cepat katakan kalau memang penting,” jawab Arya datar. “Ar, aku hari ini baru pertama kali mengajar di kampus ini. Walaupun beda jurusan sama kamu, kita pasti sering bertemu. Aku kangen banget sama kamu.” “Hm. Selamat bekerja, Anggun. Maaf, saya harus ke kelas karena mahasiswa saya sudah menunggu.” Arya terus berjalan tanpa menoleh lagi. “Hufft… susah sekali mendekatimu, Ar. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan terus mencoba,” gumam Anggun lirih, menatap punggung Arya yang semakin jauh.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD