Langit-langit yang berwarna putih keemasan itu adalah hal pertama yang ditangkap oleh mata lembayung milik Vizena setelah terbuka. Nafasnya terengah-engah, dia baru saja keluar dari mimpi buruknya. Kelegaan terpancar saat ia menyadari apa yang telah dialaminya adalah sebuah mimpi. Akan sangat mengerikan jika yang terjadi itu adalah sungguhan, dia tidak akan bisa menerimanya, terkurung dalam penjara api yang siap membuatnya menjadi abu. Kening Vizena mengerut, dia tidak mengenali tempatnya berada ini. Tampak asing dan familiar secara bersamaan. Bahkan aroma yang menguar dari ruangan ini terasa familiar. "Anda sudah bangun?" Vizena menoleh dengan cepat ke sisi kiri karena terkejut. Ia melihat seorang pemuda cukup tampan tersenyum...lega, saat melihatnya. "Siapa kau?" Vizena bertanya kar

