102. Wait for Me!

1371 Words

Beberapa jam telah berlalu hingga matahari telah tergelincir pada sisi barat, menyebarkan warna jingga ke seluruh langit. Namun, kaki tubuh Leoxard masih tegak berdiri di atas bukit untuk menantikan kedatangan para pendukungnya. Meski hingga saat ini, tak ada satu pun orang yang keluar dari jalan yang tertutupi oleh hutan itu. Di tengah perkemahan, beberapa orang sedang membakas hasik buruan mereka. Daging buruan itu terbakar dengan sempurna, beberapa mendekat pada api untuk menghangatkan diri atau sekedar menunggu daging yang dibakar. Sesekali Vizena menoleh ke tempat Leoxard berdiri, cukup cemas karena Leoxard sama sekali tak beranjak dari tempatnya. Sementara mungkin saja mereka sudah dikejar, dan para pengejar itu sudah lebih dekat dengan mereka. "Kita akan bermalam disini, setidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD