Moscha terhenti mendadak, tak jauh darinya Zaviest pun menghentikan langkahnya. Dia mengamati lagi, rupanya sang raja dihadang oleh seseorang, tepatnya seorang gadis yang memiliki rambut kemerahan. Melihatnya gadis itu Moscha tiba-tiba merasa kesal, karena gadis itu tak pernah menyerah untuk mendekati Zaviest, meski pernikahan mereka dibatalkan. "Maaf mengecewakanmu, Nona Yaesha. Tapi tidak akan terjadi pernikahan." Entah mengapa Zaviest mengeraskan suaranya dan sengaja mempermalukan Yaesha satu kali lagi. Moscha terkejut, dia tidak mengetahui mengenai rencana pernikahan ini kembali, dalam hatinya dia merasa bangga pada kakaknya yang begitu setia pada satu wanita. Namun, tetap saja dia tidak bisa pergi ke pusat akademi sihir hanya untuk mengembalikan energi sihirnya, itu sangat berbaha

