Tiga puluh

2114 Words

Irza berusaha membuka kelopak matanya. Dia melihat ke sekeliling dengan panik setelah berhasil membuka mata sepenuhnya. Ada Jinan sedang duduk di sampingnya. “Gimana keadaan kamu, Ir?” tanya Jinan khawatir. “Gue di mana, Nan?” Irza menarik tubuhnya. Memaksakan diri ke posisi duduk. Namun dia kehabisan energi bahkan untuk duduk saja tak sanggup. “Kamu di hotel. Tadi pingsan waktu acara resepsi masih berlangsunn.” “Gue pingsan? Trus acara resepsinya gimana?” “Iya kamu pingsan setengah jam yang lalu. Resepsi masih berlangsung. Kamu sakit apa sampai pingsan gitu?” Irza mencoba merunut ke belakang apa yang terjadi sebelum dia berakhir pingsan. Tadi dia sedang mengobrol dengan Rigel, lalu kemudian melihat kedatangan orang yang berada di deretan teratas daftar orang yang tidak ingin dit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD