6. Kepergian

1422 Words

"Arya, Papa kritis. Kamu cepetan kemari." Arya baru akan memutar kontak. Duduk memangku Kafka di balik kemudi mobil, anaknya itu tak mau lepas darinya. Rencananya mereka hanya akan pergi ke Mal terdekat. Hanya untuk menyenangkan anak-anak sesuai janjinya tadi pagi. Namun, panggilan dari suami Mbak Ari membuatnya harus segera pergi ke rumah sakit. "Kenapa, Mas?" tanya Kinan setelah memastikan Ara dan Gibran telah duduk aman di belakang. Dia sendiri juga sudah memakai sabuk pengaman. Heran karena Arya tak segera menjalankan kendaraannya. Arya menatap sang istri lalu menggeleng kecil. Kemudian menoleh ke belakang dimana kedua anaknya sudah senyum-senyum bahagia. Bimbang, mana mungkin dia bisa melihat mereka kecewa. "Mas ...." "Pa-Papa, Nan." Tenggorokan Arya terasa sangat serat. Berat in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD