"Den Gibran dan Non Ara tidak ada di sekolahnya, Bu." Kinan hampir tak kuasa menompang tubuhnya sendiri. Mendapat laporan dari sopir yang bertugas menjemput Ara dan Gibran membuat ia terkejut setengah mati. Anak-anaknya tidak ada di sekolah, lalu kemana? Apa suaminya sudah menjemput terlebih dulu? Kinan lantas menggeleng, Arya tidak mungkin menjemput mereka karena hari ini pria itu sedang pergi ke pabrik pemintalan benang. "Saya akan segera ke sana." "Kenapa, Nan?" tanya seorang temannya, bukan Rian melainkan Andini. "Anak-anakku nggak ada di sekolah." "Ilang?" Terkaan Andini malah membuat Kinan semakin gemetar. Ya, dia juga sangat takut jika anak-anaknya sampai hilang. "Aku mau ke sekolahan dulu. Nanti tolong ijinin ke Dosen, ya, Ndin." pintanya lalu membereskan buku di atas meja. m

