Shaka menelan saliva dengan susah payah karena tidak menyiapkan alasan. Lagi pula ia tidak tahu ibunya akan masuk kamar. "Aka! Jawab pertanyaan mama!'' "Apanya yang harus aku jawab, Mama." "Itu! Kenapa ada selimut dan bantal di sama?" ulangnya lagi. Shaka berusaha untuk tetap tenang saat mendapati tatap tajam yang seakan ingin menelannya hidup-hidup. "Ah, mama ini. Pengen tau aja urusan anak muda," sahutnya kemudian tanpa berani menatap mata ibunya. Marta masih menatap tanpa kata. "Mama! Mas! Ayo, sarapan!" Karena ibu mertua tak kunjung kembali, Aneksa akhirnya memutuskan untuk menyusul. "Iya, Sayang," sahut Shaka. Aneska berbalik sambil memutar bola mata. "Roll ... action!" gumamnya dengan bibir mencebik. Saatnya ia menjadi artis drama sekarang. "Awas aja kalau orang itu memanfaat

