28. Jatuh

1004 Words

Damar mengikuti arah pandang sang istri. Menggaruk kening dengan telunjuk saat melihat temannya sedang duduk di kursi makan sambil mengunyah makanan. "Wajar aja sih. Aku juga suka gitu sama kamu." Dania menatap suami dengan bingung. "Kita memang wajar karena suami istri. Lalu mereka?" Ups! Damar baru menyadari bahwa ternyata ia salah bicara. "Maksud, Mas. Mungkin dia gak ngeh, Sayang," elaknya. "Gak ngeh gimana?" "Ya, mungkin dia gak tau itu bekas Ane." "Mas, sekalipun dia gak tau, tetap aja itu kelihatan bekas orang makan. Mas ini gimana sih?!" "Ya udahlah, Sayang, biarin aja. Toh Ane juga gak punya penyakit menular kan?" sahut Damar, tidak ingin terus membahas masalah tersebut. "Ayo, ikut aku. Itu anak kamu di depan bikin ulah terus." "Giliran anak aktif aja bilang anak aku, gilir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD