Aneska menatap pria itu untuk beberapa saat. Bibirnya terbuka sedikit pertanda ia hendak berucap. Tetapi kemudian menggeleng pelan. "Enggak ada apa-apa." "Yakin?" Wanita itu kemudian mengangguk tanpa kata. "Tapi kalau ada apa-apa. Bilang aja terus terang, jangan sungkan." Aneska mengangguk kemudian bangkit berdiri. "Aku tidur duluan." Tanpa menunggu jawaban suami, Aneska beranjak. "Dia kayak lagi nyembunyiin sesuatu. Apa cuma perasaan aku?" gumam Shaka. Ah, mungkin hanya perasaannya. Sementara Aneska memukul pelan bibir sendiri sesampainya di kamar. "Kenapa sih susah banget mau ngomong? Padahal udah ngapalin mau ngomong apa, tapi pas udah hadap-hadapan jadi ilang semua." Kesal pada diri sendiri. Wanita itu duduk di tepi ranjang tanpa melakukan apa-apa. Dihelanya napas panjang. "Aku

