40. Ikbal Berulah Lagi

1004 Words

Ikbal menendang botol bekas yang ada di depannya. "Dasar sial! Gara-gara kalah, aku jadi gak bisa bayar kontrakan. Mau tidur di mana aku malam ini?" Pria itu sudah berjalan cukup jauh tanpa arah. "Apa aku pulang ke rumah Mas Ahmad aja? Tapi jauh dari sini. Pakai apa aku ke sana? Atau aku pakai ojeg aja? Nanti biar Mas Ahmad yang bayar ongkosnya." Ia kembali bergumam, bertanya pada diri sendiri. "Tapi gimana kalau udah sampai sana tapi gak dibukain pintu. Ini kan udah malam juga." Ia bimbang. Melewati mini market, berhenti sejenak saat melihat orang yang ia kenal. "Itu ... bukannya itu suami Anes?" Menajamkan indra penglihatan. "Bener. Itu suami Anes. Aku masih ingat wajahnya." Ikbal mendekati mobil Shaka setelah merasa aman dan tidak ada yang melihat kerena keadaan sekitar sedang sepi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD