54. Rumah Yang Sepi

1003 Words

Aneska berbaring di kamar tidur yang ada di rumah orang tuanya. Sudah mencoba memejamkan mata, tetapi tak juga tertutup. Ia pun akhirnya bangkit. Menyambar jaket yang tersampir di kursi dan keluar dari kamar. "Mau ke mana, Sayang?" tanya Ratih. "Cari angin, Bu " "Jangan pulang terlalu malam." "Iya, Bu." Aneska keluar dari rumah orang tuanya dan pergi menggunakan mobil. Masih pukul sembilan malam. Orang-orang masih ramai lalu lalang. Begitu juga dengan kendaraan. Wanita itu terus melaju tanpa tujuan yang pasti. Hanya ingin mencari suasana berbeda. Ia menggeleng pelan ketika melihat mobil yang mengikutinya di belakang. Sudah terbiasa dengan keberadaan mereka yang selalu mengikuti ke mana pun sejak suaminya pergi tanpa kabar. Tiga minggu yang lalu. Aneska melangkah gontai keluar dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD