Aneska membuka mata. Seketika langsung bangun saat tak melihat suaminya. Turun dari ranjang, jalan cepat menuju kamar mandi. "Mas!" panggilnya sambil mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban. "Mas!" Sekali lagi memanggil dan tetap tak ada sahutan. Segera membuka pintu. Ternyata kosong. Aneska berlari keluar kamar mencari suami di kamar juga dapur, titah ada. Seketika panik. Jangan-jangan suami meninggalkannya lagi atau mungkin tadi malam itu hanya mimpi. Rasanya ingin menangis. "Udah bangun?" Aneska menoleh ketika mendengar suara suami yang muncul dari ruang tamu. Berlari mendekat lalu memeluk pria itu kemudian menangis. "Eh?" Shaka mengusap punggung istri yang menangis dalam peluknya, tanpa bertanya meski sebenarnya ingin tahu dan khawatir. Menunggu hingga tangis sang istri mereda.

