Mulai tumbuh rasa cinta

738 Words

Lexsa kini berdiri di depan pintu apartemen milik Davin. Tangannya yang halus berkali-kali menekan bel pintu, namun tak ada jawaban dari dalam. Setiap detik yang berlalu membuat dadanya semakin sesak. Kenapa dia tidak membukanya? Apakah terjadi sesuatu padanya? Khawatir bercampur panik, Lexsa menelan ludah. Ia melirik ke sekitar lorong apartemen yang sunyi, lalu dengan tangan gemetar memasukkan kata sandi di panel pintu—kode yang beberapa hari lalu diberikan oleh Arga ketika Arga meminta bantu pada Lexsa. Klik. Pintu terbuka. Nafas Lexsa tercekat, rasa takut masih menggantung di dadanya khawatir telah terjadi sesuatu pada Davin. Tanpa berpikir panjang, Lexsa melangkah masuk. Aroma lembut lavender dari pengharum ruangan menyambutnya, bercampur dengan aroma kopi basi yang menguar samar. Su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD