bc

AVELO (Kisah Cinta segitiga si Badboy Nakal)

book_age16+
54
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
forced
heir/heiress
drama
scary
loser
campus
highschool
naive
civilian
like
intro-logo
Blurb

[Sekuel You are Mine]

....

Avelo Naga Aksara Vernandes

Sang badboy yang selalu membuat onar. Ia pintar dalam segala hal.

Kedatangan Aleania Arista, gadis kaku yang pernah diselamatkan dulu dan kedatangan anak laki-laki seumurannya bernama Alfano Aldian Nichoolas yang dipaksa untuk menjadi saudaranya.

Ia sangat menentang kedatangan Alfa di keluarganya. Kepribadian mereka yang bertolak belakang justru selalu membuat keributan entah di rumah atau di sekolah.

Saat diketahui Alfa berbeda dengan orang pada umumnya. Ia hanya menyembunyikan sesuatu yang tak ingin diketahui teman-temannya terutama Avelo.

Lalu siapa kan sebenarnya Alfa, dan apa yang disembunyikan selama ini?

chap-preview
Free preview
CHAPTER 1 : Kenakalan Avelo
Tik tok tik tok... Jam dinding berdentang cukup nyaring menunjukkan pukul 10.11 saat seorang laki-laki dengan memakai masih seragam sekolah dengan sedikit baju yang dikeluarkan. Ada luka di sudut bibirnya dan beberapa di pelipis yang ia biarkan begitu saja. Tepat di harapannya, sosok laki-laki berusia 27 tahun memakai kacamata tengah menatapnya dengan tajam sesekali ia membenarkan kacamata yang jatuh melorot. "Bisa kamu jelaskan Avelo?" tanya laki laki yang ternyata adalah Guru BKnya yang tengah mengintrogasi salah satu muridnya yang berulah lagi. Sementara Avelo hanya diam dan sangat santai seakan tak takut dengan hukuman apa yang akan menantinya. "Kamu memukul Arga dan meroyoknya di belakang sekolah?" tuduh Guru itu mulai bertanya. "Saya tidak meroyoknya." bantah Avelo santai. "Saat ini Arga ada di ruang UKS karena ulah kamu." bentak guru BK itu mulai tersulut. Avelo menatap jengah guru di depan, sesekali ia menghembuskan napas kasar dan menyandarkan punggung ke belakang sambil menyilangkan kedua tangan di d**a dengan santai, bahkan sama sekali tak merasa bersalah karena ulahnya. "Bapak nggak bosen ya, ketemu saya terus. Mendingan kita damai aja pak--saya punya uang 25 ribu, gimana?" tawar Avelo mengeluarkan dua lembaran uang kertas di saku bajunya. "AVELO... JANGAN MAIN-MAIN. Ini kantor dan saya tidak butuh uang kamu." bentak guru itu marah. "Yaudah deh, saya kantongin lagi. Lumayan buat beli bakso mang Ujang--atau bapak saya traktir saja. Saya jamin deh, bakso buatan mang Ujang itu terkenal enak." "AVELOO!!" teriak guru itu mulai kehilangan kesabaran menghadapi muridnya yang terkenal blak-blakan saat berhadapan dengan Guru. "Saya bisa denger pak, nggak usah teriak-teriak, kasian tuh jantung bapak. Umur bapak kan masih muda, marah-marah hanya akan menambah dosa, inget dosa pak! " "Sekali lagi kamu ngomong, bapak akan hukum kamu lari keliling lapangan 20 kali." ancamnya "20 kali pak? biasanya Guru olahraga menghukum saya lari 30 kali. Wah bapak baik deh udah mau ngasih keringanan hukuman saya." Avelo hanya nyengir seakan tak merasa bersalah. "BAPAK SUDAH PANGGIL AYAH KAMU KESINI!" ujar Guru itu sedikit menggertak. "Aduh, bapak ini gimana sih? Papa saya kan lagi kerja, kalau bapak nyuruh Papa saya kesini. Terus yang kerja siapa? Papa saya itu tulang punggung keluarga lho pak." Avelo mulai mendramatisir. "Sebentar lagi Ayah kamu akan datang!" ujar Guru itu mengakhiri pembicaraan. Tok...tok..tok... Terdengar suara ketukan dari luar. "Lihat Ayah kamu datang!" "Percuma pak, Papa saya nggak akan datang...dia itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya." celetuk Avelo percaya diri. Ternyata dugaan Avelo benar, bukan Exel sang Ayah yang datang melainkan Albert yang mewakili. "Selamat siang, saya utusan dari tuan Exelio datang untuk menyelesaikan masalah yang dilakukan tuan muda Avelo." ujar Albert sedikit menunduk. "Silahkan masuk!" Avelo hanya diam melihat kedatangan Albert bukan Ayahnya. "Aishh." "Jadi begini pak, Avelo telah melakukan suatu tindakan yang merugikan orang lain--dan baru saja dia juga sudah meroyok salah satu temannya di belakang sekolah." ungkap Guru BK itu menjelaskan. Avelo hanya bisa diam seakan tak peduli dengan apa yang baru saja dibuatnya. Ia justru mengambil satu bungku permen lolipop dan langsung memakannya tepat di hadapan Guru, jangan lupa kakinya kini justru bertengker di atas meja dengan berani. Guru BK itu hanya diam dan menggelengkan kepala melihat kelakuan yang dilakukan muridnya ini. "Jaga sopan santun kamu Avelo." "Kenapa pak, apa di ruangan ini dilarang untuk makan permen?" Avelo menyerngit seakan menantang. "Jaga sopan santun kamu, ini ruangan BK Avelo." Dengan malas Avelo terpaksa menuruti perintah Gurunya yang super cerewet itu dengan menurunkan kaki dari atas meja. Pembicaraan yang berlangsung 30 menit itu cukup membuat Avelo beberapa kali mengganti permen lolipop di mulutnya yang habis--ingin sekali ia keluar dari ruangan itu. Segera. ** "Huaaaa!!!!" "Pak Albert bikin saya ngantuk tadi. " ujar Avelo setelah keduanya keluar dari ruang BK. "Tuan muda!" "Maaf tuan, ayah Tuan yang menyuruh saya ...." "Iya saya tahu. Dia kan super sibuk!" potong Avelo. Dari jauh seorang laki-laki memakai jas OSIS dengan tumpukan buku berjalan ke arahnya. "Avelo!" panggil laki-laki berlesung pipi mendekatinya. Avelo mendengus menoleh ke arah laki-laki yang tadi memanggilnya, segera ia memalingkan wajah. "Kenapa? Lo juga mau marahin gue?" Alfano, Laki-laki dengan tinggi 178 cm ini kini berstatus sebagai saudaranya. Ia hanya mendecak melihat kelakuan sang adik yang terus saja menyusahkan banyak orang. Ia menyuruh Albert pergi lebih dulu. "Kalau begitu saya permisi tuan muda!" "Hati-hati pak Albert!" Kini kedua saudara itu saling menatap satu sama lain. Terutama Avelo yang mendecih seakan tak suka. "Jangan menyusahkan Papa lagi.berhenti melakukan sesuatu yang tak berguna, gue tahu alasan kenapa lo ngeroyok Arga di belakang sekolah. Gue nggak sengaja lihat Arga kasar sama cewek. Lo hanya menolong cewek itu, iya kan?" ungkap Alfa panjang lebar. "Terserah lo mau bilang apa, gue nggak peduli. Dan nggak usah ikut campur masalah gue!" ketus Avelo berjalan melewatinya dan dengan sengaja menyenggol punggung laki-laki itu saat lewat. Alfa hanya diam tak terlalu mempedulikan Avelo. Keduanya memang sama-sama acuh satu sama lain. * Di kantin sekolah. Avelo datang dan langsung menghampiri sahabatnya Calvin yang duduk sambil menyantap siomay di meja. "Bakso dua bang, nggak usah pakai sambel!" teriak Avelo pada salah satu penjual di kantin sekolah. "Vel, lo kenapa lagi?" tanya Calvin hampir tersedak. "Ini semua gara-gara Arga. Gue harus ngasih pelajaran sama dia." upat Avelo merampas minuman milik Calvin di meja tanpa ijin. "Vel, itu minuman gue." Calvin hanya bisa pasrah saat jus yang belum disentuhnya habis diserobot Avelo tanpa ijin. "Ntar gue ganti." Selang beberapa menit dua bakso pesanan Avelo datang. Calvin yang duduk di sebelahnya hanya melongo melihat sahabatnya memesan dua mangkok bakso untuk dirimu sendiri. "Yakin lo habisin semua?" "Kenapa ? Lo mau?" tawar Avelo. "Enggak, lo aja deh!" Sambil Avelo memakan bakso di depannya, ia bergumam kesal sambil sesekali mendobrak meja dengan kepalan tangannya. "Lo harus bantu gue!" "Heh? Gue?" Calvin mendadak terkejut. "Enggak- enggak. Kalau urusan keroyok meroyok gue nggak bisa bantu." tolak Calvin. "Cemen banget sih lo?" cela Avelo. "Dengerin gue ya Vel. Berantem itu nggak baik, dan gue juga nggak mau kena omel nyokap lo. Gue juga yang susah entar." nasihat Calvin. "Siapa yang mau ngeroyok, yaelah. Gue mau buat pelajaran sama Arga, biar dia nggak macem- macem." "Pelajaran?" Avelo tersenyum licik tentang rencana yang sudah ia buat matang-matang. .... Avelo membawa Calvin pergi ke ruang UKS dengan sedikit paksaan, dengan mengendap-endap Avelo mencoba masuk tanpa ada yang mencurigai. Terlihat disana sosok laki-laki yang kini berbaring di kasur dengan sedikit lemas. "Vel, lo mau apa?" "Berisik lo, gue mau buat pelajaran sama si Arga." Avelo mengeluarkan sebotol kecil obat dari saku celananya. "Itu apaan?" tanya Calvin waspada. "Ini obat pencuci perut, gue ambil dari kamar Alfa... Gue juga nggak tahu kenapa Alfa ngoleksi barang kaya gini. Bagus kan ide gue?" Avelo nyengir dengan apa yang akan dia perbuat nanti. "Jangan bilang lo mau..." Dengan sedikit tertatih Avelo masuk mendekati Arga yang saat ini tertidur. Beruntung ruang UKS sedang kosong. Diambilnya gelas minuman yang berada di dekat Arga, dan langsung mencampurkan botol cairan itu ke dalam minuman Arga. Calvin hanya menepuk jidak melihat kelakuan sahabatnya yang kadang membuatnya geleng-geleng. Kriett... Suara pintu terbuka. Cepat-cepat Avelo bersembunyi dari sana begitu juga dengan Calvin. Ternyata salah satu pengurus UKS yang datang untuk melihat keadaan Arga. Kedatangannya justru membuat Arga terbangun. "Lo udah bangun? Beruntung luka lo nggak parah... Hari ini lo diperbolehkan untuk pulang lebih awal, gue juga udah ngijinin lo ke guru sama ketua OSIS." ujar perempuan yang juga teman satu kelasnya bernama Diana. "Thanks..." "Makanya, mendingan lo nggak usah cari gara-gara sama Avelo." nasihatnya. "Dia yang mukul gue duluan ..." kukuh Arga tak mau mengalah. Diana hanya mendesah. " Oh ya ini minum. Biar kondisi lo cepet membaik." tawar Diana memberikan gelas yang baru saja diberi obat cuci perut oleh Avelo. "Thanks..." Dalam persembunyiannya Avelo nampak begitu girang saat Arga akan meminum minuman yang sudah diberi obat yang tadi diberikan. Sebentar lagi pasti Arga akan bolak-balik ke toilet, dalam hati Avelo tersenyum penuh kemenangan. Tok...tok...tok... Alfa masuk dengan masih memakai jas OSIS. "Diana, bisa bantu gue bentar!" sela Alfa mengintrupsi mereka. "Oh, iya kak... Setelah Aku selesai mengurus Arga." sahutnya. Belum sempat Arga meminum minuman di tangannya, Alfa dengan keras melarang. "Jangan meminumnya... Kalau lo nggak mau berakhir di toilet ." ujar Alfa. Avelo yang masih dalam persembunyian nampak begitu kesal dengan ulah Alfa yang sudah menggagalkan rencananya. "Maksud lo?" tanya Arga bingung. "Turuti saja omongan gue, nggak usah banyak tanya, ayo Diana bantuin gue!" tukas Alfa sembari keluar dari ruang UKS. "Iya kak!" Akhirnya Arga tak jadi meminum minuman dan kembali meletakkan gelas itu di meja. Avelo mendecak kesal sembari memukul pergelangan tangan nya yang terkepal ke arah dinding di sebelahnya. "Alfa, sialan lo!"

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
36.0K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
3.1K
bc

After We Met

read
187.2K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.5K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.4K
bc

(Bukan) Dosen Idaman

read
8.1K
bc

Istri Pilihan Ibu

read
26.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook