Pembalasan belum usai.

1030 Words

Bukan Sania namanya apabila pulang dalam keadaan kurang puas, meski dia sempat mengatakan jika hatinya merasa lega lantaran berhasil bertemu dan bisa bertutur pedas pada Resti, nyatanya hal itu tidak membuat Sania berpuas hati. Saat ini situasi ballroom masih sangat ramai, ingar bingar dari ratusan para tamu undangan masih terdengar berisik di telinga oleh obrolan-obrolan omong kosong mereka." "Astaga ... mereka betah sekali di sini. Dasar sampah!" Pikir Sania. Sudut netra bergerak, edarkan pandangan ke seluruh penjuru, setiap titik bidikan sorot matanya, ia tidak temukan figurasi Resti di sini, "apa itu artinya Resti sudah lebih dulu naik ke kamar?" Seketika senyum liciknya terbit. Entah mengapa ia merasa bahwa ini adalah kesempatan emas untuk menjalankan misi ke dua. Sebelum semua te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD