Kilas balik

910 Words

Sania membawa kepalanya menelungkup di meja kerja, menyimpan kaca mata yang semula bertengger di hidung, tepat di sebelah monitor yang masih menyala, lampu sudah diredupkan, hanya tersisa pantulan cahaya dari layar monitor. Kesendirian tengah membawa perasaan itu menjadi mello serta terombang-ambing tak tentu arah, entah mengapa tiba-tiba saja perasaannya merasa kalut usia bertengkar dengan ibunya tadi. Setelah sebulan lebih mereka berseteru hanya karena perbedaan pendapat, semenjak saat itu perasaan Sania tidak baik-baik saja. Ia terpejam, memutar kembali insiden beberapa tahun lalu. Tepat pada masa kalau tidak salah usianya saat itu masih menginjak belasan tahun dan duduk di bangku SMP. Sania tidak tahu, bermula dari mana pertengkaran itu terjadi, karena ketika sampai di rumah selepas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD