Hambatan

955 Words

"Makasih, Sayang. Hati-hati kalau nyetir." Sania berujar lembut diiringi oleh sesungging senyum menawan serta melambaikan tangan kepada pria di balik kemudi. Mereka baru saja pulang dari makan dan bersenang-senang di luar, serupa pasangan kekasih pada umumnya yang diliput oleh sejuta asmara, keduanya melupakan sejenak sekelumit masalah yang membelenggu. Kendaraan roda empat berwarna hitam metalik mulai menjauh, meninggalkan Sania yang masih bertahan di area basement apartemen. Sebetulnya Sania ingin mengajak pria itu mampir ke unitnya, tetapi niatnya urung sebab Shaka memiliki kepentingan di kantor. Karena mobil itu tidak lagi terlihat sebab sudah keluar dari area basement, Sania membawa tubuhnya berbalik. Namun, ketika hendak memasuki pintu kaca menuju elevator. Langkahnya tiba-tiba saj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD