Wanita itu menjerit dan melungsur ke lantai degan ekspresi yang sangat kesakitan, dia memekik dan memegangi perutnya dengan ucapan mengadu da sakit yang luar biasa. “Ibu tolong saya ….” Dia menggapai ke arah ibuku, lupa akan hal yang baru saja ia ungkapkan dan penghinaan yang baru saja ia katakan tentangku. "Ada apa denganmu?" tanya Ibu yang terlihat langsung khawatir dengan menantunya Ibu Mas Alvin. Sekeras apapun ibu marah dia tetap punya perasaan iba dan perhatian pada orang lain. "Pergi panggilkan ambulance, telpon sekarang juga,? perintah Ibu. Mas Alvin yang nampak bingung langsung meraih ponsel, agak tergeragap dirinya saat akan menekan tombol nomor ambulance dan bicara di sana. “Tolong jemput istri saya ke jalan Melati nomor sepuluh ya,” ucap Mas alvin dengan panik. “Ent

