Kayla tidak bisa berhenti mengigit kukunya gelisah. Sebagai satu-satunya orang yang duduk di kursi belakang, ia merasa beruntung karena kegelisahannya kali ini tidak disadari oleh Rio dan Gian. Kedua rekan kerjanya sibuk membicarakan sudah sejauh apa persiapan projek mereka di Bali, dan memikirkan siapa di antara anggota tim yang akan dikirim terlebih dahulu ke sana untuk mengawasi jalannya persiapan. Diskusi mereka nampaknya sangat serius, hingga tak menyadari seberapa gelisah Kayla saat ini. Masih ingat rekan kerja Arsen yang ternyata salah satu klien Kayla? Pagi ini, klien tersebut mengabari bahwa seragam khusus staff dari pihak mereka sudah dikirim oleh kurir. Benar saja, satu kardus besar berisi kebaya dan beskap tiba tak lama kemudian. Pakaian-pakaian itu sudah dibungkus dan dinamai

