Dany menatap bergantian antara kartu akses di tangan dengan pintu yang ada di hadapannya. Sedang memikirkan apa ia harus tetap mengetuk, atau langsung saja masuk. Hari ini resmi Dany memulai pekerjaannya sebagai guru, tidak lebih tepatnya pengasuh untuk kedua anak Fandi. Siapa sangka ketika Dany ke resepsionis untuk memberi tahu kedatangannya, ia justru langsung diberikan kartu akses ke apartemen laki-laki itu. Resepsionis tadi bilang, bahwa Fandi berpesan bahwa mulai hari ini Dany memegang kartu akses tersebut. Pesan tersebutlah yang menyakinkan Dany untuk langsung masuk saja ke dalam apartemen. Ketika pintu terbuka, hanya hening yang menyambutnya. Suasana apartemen masih sangat gelap, sebab semua jendela masih tertutup tirai rapat-rapat. Dahi Dany berkerut sesaat, melirik jam di tangan

