JFD#9 teror kedua?

1560 Words

40 menit berlalu dengan cepat, sekarang pertadingan usai dengan kemenang di raih oleh tim Zulfan alias tim kelasku. Aku tersenyum saat dia berjalan ke arahku dengan keringat yang masih bercucuran dari wajahnya. “Huh.. lawannya lumayan berat.” Keluhnya saat sudah berada di sampingku, Aku tertawa pelan dengan keluhan dia, gimana gak berat lawannya kalau lawannya ada kapten dan pemain inti futsal, aku mengusap keringat yang membajiri wajahnya engan handuk yang sengaja aku kantongi. Dia menahan lenganku yang berada di wajahnya, aku mengerutkan  dahi saat dia hanya menatap aku dengan pandangan seperti memuja, entah aku yang terlalu kegeeran atau emang seperti itu tatapannya. Aku terpaku sesaat, dia menyelipkan helaian rambut yang keluar dari ikatan rambut ke belakang telingaku, dia tersenyu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD