Hinaan Sebelum Pergi

1264 Words

"Akhirnya kamu sadar diri. Kau tahu, inilah kenapa aku yakin kalau aku akan menang, " ucap Sarah. Sejak awal ia menyelidiki Anggara, ia sadar kalau wajahnya sangat mirip ibunya. Pria itu juga secara alamiah mendekat padanya dan selalu menatap dengan penuh kerinduan. Nila tidak ingin berdebat, tapi jika pihak lain mengajaknya ribut Nila tidak akan takut, "Jaga dia baik- baik. Semoga bahagia." "Ahahaha... kau mendoakan kami bahagia, huh munafik." Nila hanya menghela nafas panjang. Ia tidak menanggapi Sarah dan masuk ke mobil Marquist Jacko. Mereka akan terbang dengan pesawat pribadi Marquist yang kini menguasai segala kekayaan Marquist terdahulu. "Kau sudah siap dengan hidup baru?" tanya Jacko. "Mau tak mau aku harus siap." Mercedes-Benz itu pun akhirnya melaju pergi. Tidak ada tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD