CHAPTER 8 ; I know someone named Darius

1580 Words
CHAPTER 8 : I know someone named Darius   Ujian akhir semester dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Tiap ruang ujian di tentukan berdasarkan nilai semester lalu.   Terdapat kelas 6 ruang ujian, yaitu A hingga F.   “Hai, ruang ujian mate”   Jessica menoleh menatap Aron dengan jengah. Pria satu ini memang selalu mengganggunya.   Saat ini mereka berjalan menuju ruang ujian paling ujung yang terdapat tulisan ‘Ruang ujian F’.   “Jangan banyak berharap, semester depan aku tidak akan menjadi ‘ruang ujian-mate’mu” Sinis Jessica. Dia membenci fakta bahwa ia memasuki kelas dengan nilai terburuk.   Aron mendengus. “Kau pikir pindah kelas semudah itu?” Cibir Aron meremehkan.   “Aku akan memotong lidahmu bila aku berhasil memasuki ruang A”   Mendengar hal tersebut Aron terbahak, “Aku suka imajinasimu” Ucap Aron sebelum memasuki ruang ujian.   Sialan.   **   “Sungguh aku benci ujian”   Jessica menghembuskan nafasnya. Ia benar benar heran. Mengapa pria satu ini terus menempelinya?!   “Berhentilah menempeliku” Desis Jessica.   “Kau pikir aku hantu?”   Jessica hanya membalasnya dengan gumaman, mengiyakan.   “Lihatlah gaya gadis ini! Kau pikir kau cantik?”   Jessica mengerinyitkan dahinya. Apa hubungannya??   “Ya aku berpikir aku cantik dan semua orang berpikir begitu, bila menurutmu aku tidak cantik maka tingkatkanlah standarmu!!”   ***   “Bagaimana hari pertama ujianmu?”   “Baik baik saja, kau tahu, pelajaran yang aku takuti berada di hari Rabu”   “Don’t worry to much, kau sudah pintar J”   Sontak saja hati Jessica berbunga-bunga saat mendengar dukungan Alex.   “Terimakasih tapi aku tetap akan terus belajar” ucap Jessica.   Gadis itu terus mengangguk mengiyakan semua perkataan pria itu meskipun ia tahu Alex tidak dapat melihatnya.   “Hmmm Alex, kau sedang dimana?” Tanya Jessica   “Di kantor, kenapa?”   “Apa kau sibuk?”   “Tidak”   Sebenarnya, sesibuk apapun pria itu, ia akan selalu menyempatkan waktunya untuk Jessica.   Gadis itu terkadang terlalu polos untuk memahaminya.   “Hmmm, boleh aku berkunjung??” Tanya Jessica lagi.   …….   Jessica menatap kembali ponselnya untuk memastikan sambungan belum terputus.   “Tidak apa apa bila kau sibuk aku menge-“   “Tidak, kau boleh berkunjung kapanpun kau mau”   “Tidak apa-apa bila kau-“   “Sungguh aku akan sangat senang bila kau berkunjung”   Seketika senyum cantik gadis itu terbit.   “Baiklah aku akan segera kesana!”   ***   Jessica melangkahkan kakinya perlahan, menyusuri lobby gedung pencakar langit yang menurutnya sangat mewah itu.   Beberapa pegawai yang berlalu lalang untuk makan siang sedikit mengalihkan perhatian mereka saat melihat keberadaan gadis muda nan cantik. Karena jelas dari pakaiannya, Jessica bukanlah salah satu pegawai.   Beruntung ia sempat mengganti seragamnya terlebih dahulu, bisa bisa ia dikira anak sekolah yang tersesat.   Beberapa langkah sebelum Jessica mencapai meja resepsionis. 4 orang bertubuh besar dipimpin dengan 1 orang didepannya menghampiri Jessica.   Kini lobby Corbero Corp. Dibuat heboh akan hal itu, mereka jelas mengenali siapa orang tersebut.   “Nona Soverall” Sapa pria berkacamata yang memimpin jalan ke empat pria berbadan kekar dibelakangnya.   Jessica menoleh, “Ah Fredric” Balas Jessica akrab.   Fredric membalasnya dengan senyuman. “Tuan Corbero sudah menunggu anda Nona”   Jessica mengangguk lalu mengikuti langkah Fredric.   Kini pikirannya bingung dengan ke empat pria yang tadinya berdiri di belakang Fredric kini berdiri di belaknganya dan mengikuti segala pergerakannya. Well, pergerakannya menjadi sedikit terbatas sekarang.   “Tuan Corbero sangat senang saat mengatahui nona akan mengunjunginya” Ucap Fredric yang sukses membuat pikiran Jessica teralihkan.   “Ah begitukah? Aku tidak tahu hal seperti ini dapat menyenangkannya”   Mereka memasuki lift khusus petinggi dan Fredric menekan angka 30.   “Semua yang Nona lakukan untuk Tuan akan membuat Tuan sangat senang” Balas Fredric dengan sedikit nada antusias.   Jessica membalasnya dengan senyuman manisnya. Dia menyukai fakta tersebut.   “Silahkan nona” Ucap Fredric ketika lift terbukan dan Fredric langung menuntuk Jessica menuju ruangan Alex.   “Terimakasih Fredric”   Jessica membuka pintunya perlahan dan melihat Alex yang berdiri di depan meja kerjanya seakan sedang menunggu kedatangannya.   “Selamat siang Tuan Corbero” Sapa Jessica usil. Karena sedari tadi ia mendengar semua orang memanggil Alex dengan sebutan seperti itu.   Alex terkekeh lalu mengambil alih sling bag yang bergantung dibahu Jessica.   Sementara Jessica tengah sibuk melihat sekeliling ruangan besar milik Alex.   Elegan dan nyaman.   “Bila kau tidak menyukainya kau bisa merubahnya sesukamu” Ujar Alex sembari meletakkan tas Jessica di sofa.   “Merubah apa?”   “Ruangan ini”   Jessica mengedipkan matanya beberapa kali. Meskipun dia sudah memutar waktu dan kembali menjadi gadis kaya raya namun tetap saja ia butuh beradaptasi!   “Tidak perlu, aku menyukainya. Sangat” Timpal Jessica dengan cengiran cantiknya.   **   Jessica telah menyelesaikan beberapa soal yang diberikan Alex.   Karena memang ia tidak mempunyai tujuan disini jadilah Alex mengusulkannya untuk belajar karena besok masih hari ujian.   Gadis itu menatap Alex yang masih fokus dengan dokumen dokumen yang sudah jelas tidak dimengerti Jessica.   Jessica mengembuskan nafasnya. Ia sudah memikirkannya sejak kemarin. Ia memutuskan untuk memberitahu Alex tentang permasalahan Darius. Setidaknya ia harus memperingatinya.   Dahulu Alex hampir kalah karena ketidak siapannya. Namun tidak kali ini. Kali ini Alex memilikinya. Setidaknya ia harus membantu.   “Hmmm… Alex” Panggil Jessica.   “Ya? Kau sudah selesai mengerjakan?” Balas Alex seraya dengan sigap menghampiri Jessica di sofa.   Alex melihat semua jawaban Jessica dan tersenyum bangga, “Jawabanmu sempurna”   Jessica terkikik. Tentu saja sempurna. Ini adalah pelajaran Biologi. Ini keahliannya!!   Sembari mengelus rambut Jessica yang sehalus sutra Alex bertanya, “Apa kau lelah?”   Jessica menggeleng.   “Alex sebenarnya ada yang ingin aku katakan”   “Say it” Sahut Alex penuh dengan kelembutan.   Setelah beberapa detik terdiam Jessica kembali membuka suara.   “This is gonna sound weird” Lirih Jessica.   Alex hanya mengangguk tanpa melepaskan tatapannya.   Tanpa pria itu ketahui Jessica berusaha mati matian untuk merangkai kata.   “Umm… apa kau mengenal pria bernama Darius?”   Meskipun sekilas, Jessica dapat melihat keterkejutan dalam mata Alex.   “Darius siapa?” tanya Alex memastikan.   Jessica membuang nafasnya, “Aku tidak tahu, yang aku tahu hanya Darius”   Alex terdiam sesaat, “Ada seseorang yang kukenal bernama Darius” Lirih Alex.   Jessica seketika menegakan badannya, “Alex kau harus berhati hati dengannya!”   Alex mengerinyitkan dahinya saat melihat Jessica yang seperti orang ketakutan.   Alex tahu benar bahwa lelaki bernama Darius memang pantas untuk ditakuti gadis seperti Jessica. Hanya saja kini Alex bertanya tanya, bagaimana bisa gadis itu mengenal Darius?   Sebelah tangan Alex meraih pinggang Jessica lalu mengelusnya.   “What’s wrong with him?” Tanya Alex lembut.   Jessica menggeleng pean, “Tolong berhati hatilah dengannya. He’s not a good person. Aku tahu aku terdengar aneh, namun kau harus percaya padaku.”   “Jessica aku percaya padamu” jawab Alex tanpa menghentikan usapan dipinggangnya.   Jessica terperangah. Semudah itukah?   “Alex aku serius”   “Aku juga serius J, I know Darius. Aku tidak tahu apakah dia adalah orang yang sama dengan yang kau maksud namun aku tahu dia bukan orang baik” Jelas Alex sesingkat mungkin.   Jessica terdiam.   “Who is he actually?” Tanya Jessica.   “Jessica, seharusnya aku yang bertanya padamu” ucap Alex dengan serius.   “Bagaimana bisa kau tahu seseorang yang bernama Darius?”   Jessica terdiam. Sungguh tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya.   “Bisakah….“   Jessica menundukan kepalanya. Ini yang ia takutkan.   Jemari Alex menyetuh dagu Jessica agar gadis itu menatapnya. “Tidak apa apa, kau tidak perlu menjawabnya”   Jessica tersenyum lega, “Maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikan apapun darimu”   “Tidak apa apa Jessica”   *** TBC   SWEETENER PART (Corbero’s Staff Gossipers Room chat)   Wanita lobby : W A R N I N G!!!! H O T N E W S!!! SEMUA BERKUMPUL!!!   Pegawai tampan : ada apa?   Sophie istri Alex : aku suka peringatan seperti ini hehe….   Lantai 8 lavers : OMG SEPERTINYA AKU TAHU APA YANG INGIN KAU KATAKAN!! @wanita lobby   Wanita lobby : @lantai 8 lavers, diamlah!! Aku yang akan membertakan!!   Nio si tampan : kalau begitu cepatlah   Corbero Lavers : kau terlalu berbasa basi   Wanita lobby : baiklah baiklah… Wanita lobby : tadi aku melihat seorsang gadis yang memasuki perusahaan, saat ia ingin menghampiri meja resepsionis tuan Fredric dan pengawalnya lebih dahulu menghampirinya dan mengawalnya langsung menuju lantai 30!!   Sophie istri Alex : WHAT?!!! Sophie istri Alex : no no no, aku rasa dia hanyalah saudara jauh   Neo si tampan : kau gila? Tuan Alex tidak memiliki keluarga   Corbero Lavers: aku yakin wanita itu hanya rekan kerja!!   Lantai 8 Lavers : tidak! Dia bahkan berpakaian Casual. Lagipula apa kau pernah melihat rekan kerja tuan Corbero yang diperlakukan seperti itu?! Bahkan Fredric turun langsung untuk menyambutnya, bahkan ia terlihat sangat menjaga sikap di hadapan gadis itu.   Aku cantik : astaga tadi aku melihatnya. Aku cantik : dia sangat cantik! Gila, benar benar cantik. Aku cantik : aku percaya dia adalah kekasih tuan presiden!   Pegawai tampan : tidak, aku masih percaya dia seorang gay….   Lantai 15 bercahaya : TUNGGU!! AKU MENGAMBIL FOTONYA SAAT AKU MELIHATNYA DI LOBBY Lantai 15 bercahaya sent a picture   Neo si tampan : baiklah di cantik…. Neo si tampan : gila dia cantik sekali   Sophie istri Alex : gosh…… Sophie istri Alex : masih banyak kemungkinan yang ada! Dia tidak mungkin kekasih tuan Alex!!   Wanita lobby : lebih baik kalian menjaga sikap… Wanita lobby : aku tidak ingin memiliki kesan buruk di hadapan calon nyonya Corbero.   Aku cantik : tapi bukankah dia terlalu muda? Aku cantik : aku perkirakan dia masih SMA   Lantai 15 bercahaya : ya dia memang terlihat muda. Namun aku benar benar yakin gadis itu adalah kekasih tuan Corbero.   *** 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD