CHAPTER 12 ; Georgina's first down fall

1394 Words
CHAPTER 12 : Georgina’s first down fall A few days ago… “Aku memerlukanmu untuk mengubah jadwal pertemuan keluarga Martino dengan Keluarga Hernandez” ucap Jessica pada seorang wanita disebrang telfon. “Baik nona, kapan tepat waktunya?” “Sabtu ini, jam 8 malam” Lucy Bright dengan senang hati menuruti permintaan Jessica. “Pastikan mereka datang tepat waktu bersama seluruh anggota keluarga intinya” ucap Jessica. Lucy mengiyakan perintah gadis yang baru saja mentransfer uang berjumlah besar untuknya. *** “Tuan Martino!” panggil Ilene dengan suara kencang tanpa peduli beberapa pengunjung yang sedikit terganggu dengan suaranya. “Aw!!” pekik Ilene ketika merasakan tangannya diremas dengan kencang.  Ilene menatap Georgina dengan tatapan bingung. Apakah gadis ini berniat menghancurkan tangannya? Sungguh kulitnya sudah memerah karena cengkraman Gina. Menghiraukan Ilene dan Georgina, Jessica tidak akan melewatkan kesempatan untuk memanaskan situasi. “Tuan Martino maaf kami tidak tahu bahwa anda akan datang” ucap Jessica yang mengambil langkah lebih dekat pada rombongan Tuan Martino. “Maaf apa saya mengenal anda?” heran Tuan Martino. Jessica tersenyum dalam hati. “Ah maaf saya lupa memperkenalkan diri, saya adalah Jessica Soverall, teman sekelas dari putri anda” Harry Martino membelalakan matanya, mengetahui bahwa putri tunggal kesayangan Soverall mengajaknya bicara. Dan apa katanya tadi? Teman putrinya? DIA TIDAK MEMILIKI PUTRI! “Soverall?” bisik beberapa orang yang berada di belakang Harry. “Maafkan saya nona yang tidak langsung mengenali anda” ucap Harry. “Maaf nona Soverall, namun kami tidak memiliki seorang putri” ucap nyonya Martino dengan sopan. Hati Jessica terpekik sedang saat mendengar kalimat tersebut. “Apa maksud anda? Tuan Martino kau tidak bisa menelantarkan putri anda begitu saja” sahut Nadia. “Maaf kurasa terjadi kesalahpahaman disini” ucap putra sulung keluarga Martino. Sedangkan berdampingan dengan mereka terdapat keluarga konglomerat lainnya yang saat ini berniat membicarakan masalah bisnis sekaligus perjodohannya dengan putra sulung keluarga Martino. Mendengar hal tersebut Ilene menarik Georgina ke hadapan keluarga mereka. “Tuan Martino apa anda berpoligami tanpa sepengetahuan istri pertama anda?!” pekik Ilene. “Apa?!” “Gadis muda jaga perkataan anda?!” sahut Harry. “Apakah anda tidak menganggap nyonya Angela sebagai istri anda?” sinis Nadia. Jessica mengambil beberapa langkah mundur untuk melihat pemandangan indah dari sisi yang lebih baik. “Angela?!” pekik nyonya Martino. “Ah apa jalang itu telah menipu kalian?!” ucap Harry dengan tawa mengejeknya. Disisi para gadis, mereka terkejut bukan main saat mendengar hal tersebut. Sungguh ‘jalang’ adalah kata yang cukup berat dikatakan. “Tuan Hernandez maafkan ketidaknyamanan ini saya akan segera membereskannya” ucap Harry pada lelaki sebayanya. Mendengar hal tersebut keluarga Hernandez lebih memilih untuk melanjutkan perjalanannya menuju meja yang telah direservasi untuk mereka. Georgina yang sedari tadi gemetaran diantara mereka semua sungguh mencari cara untuk keluar dari situasi tersebut. Monica -Nyonya Martino, melangkahkan kakinya mendekat ke arah Georgina. “Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya” ejek Monica sembari mengangkat dagu Georgina yang sedari tadi menunduk. Tanpa aba aba Monica menampar Georgina dengan seluruh tenaganya hingga Georgina tersungkur ke lantai. “Biar kuberi tahu kalian semua gadis muda” ujar Monica dengan wajah dinginnya. “Ibu dari gadis licik dikaki saya ini adalah seorang jalang. Tidak, jangan menganggap saya mengejek, Angela merupakan jalang sebenarnya, dia dibayar banyak pria untuk menyalurkan hasratnya” lanjutnya. “T-tidak” lirih Georgina berusaha menyangkal. “Diam kau!!” teriak Harry. Mendengar keributan para lelaki yang tadi berada di balkon segera kembali dan bertanya tanya dengan keadaan dihadapan mereka. “Jessica ada apa?” tanya Rian pada gadis yang paling dekat dengan jangkauannya. Jessica mengedikkan bahunya, “Entahlah, kukira aku menyapa ayah Georgina namun ternyata Tuan Martino tidak mengakui putrinya” jawab Jessica ringan. “A-apa?” lirih Dylan. Dylan yang memang sudah mengetahuinya sejak awal melebarkan bola matanya. Bagaimana bisa mereka bertemu di situasi seperti ini? Tentu saja Dylan tidak ingin berurusan dengan keluarga Martino. Masa bodo bila ia dibilang pengecut, yang terpenting adalah ia bisa keluar dari sini. Segera! “Apa kalian tidak tahu seberapa banyak rumah tangga orang yang telah dihancurkan oleh Angela? Dan sekarang kalian bahkan tertipu oleh anaknya” ejek Monica. “Hei, jujur saja kau bahkan tidak mengetahui siapa sebenarnya ayahmu kan?” timpal putra bungsu Martino -Leo. “Aku bahkan berani bertaruh bahwa dia memiliki pekerjaan yang sama dengan ibunya” balas putra sulung -Liam. Gadis lainnya hanya bisa menutup mulut mereka. Sungguh mereka tidak pernah menyangka akan kenyataan ini. Georgina disisi lain tidak dapat membantah dan terus berbohong disaat keluarga Martino terus menerus membeberkan fakta. Georgina dengan tubuh bergetar dan wajah dipenuhi air mata, melirik Jessica yang saat ini tersenyum sinis padanya. “INI SEMUA ULAHMU JALANG!!!!” teriak Georgina dengan ancang ancang menerjang Jessica sebelum Harry dengan kedua putranya dan teman laki laki Jessica yang lain mencegahnya. Jessica tertawa dalam hati. Bila ia terluka bahkan hanya seujung kuku semua yang berada disini akan terkena dampaknya. Bahkan itu belum ditambahkan fakta bahwa ia memiliki perlindungan penuh dari Alex. “APA KAU GILA?!!” teriak Liam. Sedangkan Georgina yang sudah seperti orang gila tidak mengindahkan teriakan Liam dan terus berusaha meraih Jessica yang bahkan masih tenang. Melihat Georgina yang terus meneriaki Jessica, Nadia, Ilene dan Rita berniat memanggil security. Sungguh pandangan mereka pada Georgina berubah 180˚. Namun sebelum hal itu terlaksana, segerombolan pria berjas yang berjumlah 15 orang datang menghampiri mereka. “Seret dia” ucap seorang pria dengan wajah dinginnya. Mereka yang melihat hal tersebut menutup mulutnya. Beberapa dari mereka tidak percaya dapat menatap ketampanan itu dan beberapa dari mereka terkejut seakan telah melihat dewa. Mendengar suara pria Georgina berbalik dan menatap Alex dengan wajah menyedihkannya. “Tuan Alex tolong aku….” Namun tanpa sempat melanjutkan perkataannya Georgina lebih dahulu diseret oleh 3 orang pria bertubuh besar. “TIDAK LEPASKAN AKU!!” “TUAN ALEX KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI” “AKU AKAN MEMBALASMU JESSICA” “JESSICA s****n!!! INI BELUM BERAKHIR!!! AKU AKAN MEMBUNUHMU JALANG!!” . Setelah kepergian Georgina mereka hanya bisa mematung menatap seorang Alexander dihadapan mereka. Tanpa sadar Harry lebih segan pada Alex daripada presiden. Sudah cukup ada seorang Soverall untuk ia segani disini…. Alex mengerutkan dahinya saat mereka semua mematung dan tidak memberinya jalan pada bayi perempuannya. “Bisa kalian membiarkanku menghampiri tunanganku?” ucap Alex. Menegaskan statusnya. “A-apa?” “Tunangan?!” “Maaf Tuan, siapa yang anda maksud?” tanya Harry tergagap. Disisi lain Jessica masih terkejut dengan kedatangan Alex yang sangat tiba tiba. “Jessica” panggil Alex padanya sekaligus menjawab pertanyaan Harry dengan tegas. “Ah iya” Jessica tersadar lalu dengan cepat menghampiri Alex yang sudah menjulurkan tangannya. Dengan sigap Alex melingkarkan tangannya di pinggang mungil Jessica, menghiraukan tatapan terkejut semua insan disana. “J-jessica?” panggil Ilene seakan meminta konfirmasi. Dan diikuti bisik bisikan lainnya. Sedangkan Jessica hanya menjawabnya dengan senyuman. “Tuan Corbero, maafkan saya yang baru menyambut anda” ucap seorang pria paruh baya yang baru saja tiba diikuti beberapa petinggi hotel lainnya. Alex hanya mengangguk kecil lalu mengembalikan atensinya kepada bayi perempuannya. “Ingin pulang sekarang?” tanya Alex selembut sutra seraya sesekali mengelus punggung mungil gadis itu, menunjukan kemesraan kepada siapapun yang melihat. Jessica mengangguk kecil lalu menatap teman temannya. “Maaf, aku akan pulang lebih dulu” ucapnya. “T-tentu” ucap Ilene setelah keheningan. Sekarang mereka memperlakukan Jessica bak ratu. Menghiraukan semua orang Alex menuntun jalan untuk gadisnya diikuti pria berbadan kekar dibelakangnya. Para petinggi hotel, Keluarga Martino dan keluarga Fernandez yang melihat dari kejauhan sungguh menjatuhkan rahang mereka. Mereka tidak ingin melebih lebihkan namun Alex benar benar memperlakukan Jessica seperti seorang dewi yang harus disembah. Lihatlah tatapan memuja pria itu! Sungguh citranya yang dicurigai penyuka sesama jenis hilang seketika. *** TBC ==================== SWEETENER Noah & Fredric ‘s chat conversation Noah |P Fredric ?| | hubungan si bos dengan nona Soverall sedang membaik? Yaa… | Aku rasa bos sebentar lagi akan menyeretnya ke altar…| |aku baru di negara X selama beberapa bulan dan perkembangannya sudah begini… Kau pikir kenapa aku dilempar kesini? | | huh…. |sepertinya sebentar lagi aku akan dilempar kembali kesana Kali ini apa yang kau lakukan -_- | |aku tidak tahu bila hubungan mereka membaik!! | aku menginfokan perihal nona Soverall makan malam dengan manager keuangannya di pagi hari setelahnya |aku hampir dilempar dari lantai 30 (cry) Kau… | (smile)| Baiklah aku akan menyiapkan kamarmu disini| ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD